PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP BALAP LIAR DI KALANGAN REMAJA (Studi kasus Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul)

Tri P, Danang Sigit (2010) PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP BALAP LIAR DI KALANGAN REMAJA (Studi kasus Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul). S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI.pdf

Download (635kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap balap liar di kalangan remaja. Remaja sebagai generasi penerus bangsa tentu tidak akan lepas dari pantauan masyarakatsekitar tentang semua yang dilakukannya. Ada banyak beragam persepsi muncul terkait balap liar yang dilakukan remaja di Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul. Penelitian ini dilaksanakan di Daerah Pacar, Dusun Bibis, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah dengan sampel bertujuan (purposive sample) untuk pemilihan informan. Informan yang dipilih sangat bervariasi. Beberapa diantaranya adalah tokoh masyarakat, warga masyarakat daerah Pacar dan remaja yang mengikuti balap liar. Penelitian ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data, yaitu dengan pengamatan (observasi), wawancara, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Triangulasi adalah teknik membandingkan data dengan sesuatu yang lain di luar data itu. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa persepsi setiap orang memang berbeda-beda karena memang terbentuk dari pribadi yang berbeda pula. Ada yang berpendapat balap liar dibubarkan saja karena mengganggu ketentraman warga masyarakat terutamapolusi suara dari kendaraan para pembalap liar yang mengganggu kekhusukkan warga daerah Pacar dalam menjalankan ibadah. Akan tetapi, ada juga yang tidak membenarkan namun juga tidak melarang dan membiarkan saja karenaitu adalah hak mereka (remaja) yang tidak bisa dipaksakan karena kerugianjuga ditanggung oleh remaja itu sendiri. Masyarakat menganggap remaja yang melakukan balap liar adalah remaja yang nakal karena tidak menghormati dan menghargai kepentingan umum, melakukan kegiatan yang berbahaya bagi diri sendiridan orang lain serta melakukan judi dan minum-minuman keras yang dilarang dalam nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat daerah Pacar. Balap liar dianggap sebagai kegiatan yang merusak diri remaja. Kata kunci: Remaja, Balap liar, Masyarakat.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sosiologi Antropologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Admin Pendidikan Sosiologi FIS
Date Deposited: 02 Jul 2015 00:33
Last Modified: 02 Jul 2015 00:33
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/22298

Actions (login required)

View Item View Item