PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP STATUS JANDA (Studi Kasus di Kampung Iromejan, Kelurahan Klitren, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta)

Karvistina, Listya (2011) PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP STATUS JANDA (Studi Kasus di Kampung Iromejan, Kelurahan Klitren, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta). S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img]
Preview
Text
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP STATUS JANDA.pdf

Download (644kB) | Preview

Abstract

Pria maupun wanita yang telah menikah kemudian berpisah, baik disebabkan karena perceraian maupun kematian adalah berstatus sama. Hanya karena frame budaya yang memberikan kekuasaan kepada pria atas wanita dan lebih lebih banyak menunjuk status kaum wanita sebagai janda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Kampung Iromejan terhadap status janda yang ternyata banyak ditemukan di kampung tersebut dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan adanya persepsi tersebut. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi masyarakat mengenai status janda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subyek penelitian adalah masyarakat Kampung Iromejan dengan teknik purposive samplingsejumlah tujuh orang, yaitu perangkat kampung sejumlah tiga orang dan anggota masyarakat sejumlah empat orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan pengamatan. Teknik keabsahan yang digunakan adalah teknik triangulasi data dengan triangulasi sumber. Analisis dilakukan dengan kualitatif model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagian anggota masyarakat Kampung Iromejan berpersepsi bahwa janda merupakan seseorang yang harus lebih dipantau, diperhatikan, dan dijaga karena cenderung riskan, terutama janda yang masih muda. Selain itu, masih ada anggapan umum masyarakat bahwa janda lebih cenderung dicap atau diberi label sebagai perusak hubungan suami istri orang lain dan sebagai penggoda, akan tetapi masyarakat setempat masih menanggapi hal tersebut dengan bijak dengan melihatlatar belakangnya terlebih dahulu. Di sisi lain, masyarakat menilai bahwa kaum janda pantas diteladani karena ketegaran dan kekuatan mereka dalam melanjutkan hidup tanpa suami. Faktor yang mempengaruhi adanya persepsi tersebut diantaranya: faktor usia; faktor jenis kelamin, keadaan janda yang beraneka ragam, baik perasaan, pengalaman, dan sikap mereka sehari-hari; faktor keadaan masarakat yang mempersepsi; faktor prngalaman bersama kaum janda; serta kondisi lingkungan masyarakat dengan kultur yang guyub rukun dengan hubungan spontan seperti saudara, saling menjaga dan berempati. Kata kunci: persepsi, status janda

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sosiologi Antropologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Admin Pendidikan Sosiologi FIS
Date Deposited: 01 Jul 2015 00:52
Last Modified: 30 Jan 2019 00:20
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/21969

Actions (login required)

View Item View Item