KONFLIK MILITER DIVISI SILIWANGI DENGAN DIVISI PANEMBAHAN SENOPATI DI SURAKARTA 1948

Hery, Setya Adi (2014) KONFLIK MILITER DIVISI SILIWANGI DENGAN DIVISI PANEMBAHAN SENOPATI DI SURAKARTA 1948. S1 thesis, UNY.

[img]
Preview
Text
abstrak.pdf

Download (14kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (93kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (102kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (93kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (111kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab V.pdf

Download (39kB) | Preview
[img]
Preview
Text
cover+daftar isi.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
lampiran 1.pdf

Download (314kB) | Preview
[img]
Preview
Text
lampiran 2.pdf

Download (34kB) | Preview
[img]
Preview
Text
lampiran 3.pdf

Download (48kB) | Preview
[img]
Preview
Text
lampiran 4.pdf

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text
lampiran 5.pdf

Download (60kB) | Preview
[img]
Preview
Text
lampiran 6.pdf

Download (41kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LAMPIRAN.pdf

Download (4kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ringkasan.pdf

Download (108kB) | Preview

Abstract

KONFLIK MILITER DIVISI SILIWANGI DENGAN DIVISI PANEMBAHAN SENOPATI DI SURAKARTA 1948 Oleh : Hery Setya Adi 10407141012 Abstrak Perkembangan kemiliteran di Indonesia mulai menampakkan perubahan yang signifikan setelah proklamasi kemerdekaan dengan dibentuk suatu badan ketentaraan resmi yaitu BKR yang dalam perjalanannya kemudian diresmikan dengan nama TNI. Kondisi perang kemerdekaan dan intervensi dari pihak Belanda serta pergolakan politik dalam negeri memicu berbagai kemungkinan termasuk konflik militer yang melibatkan Divisi Siliwangi dengan Divisi Panembahan Senopati. Surakarta menjadi saksi bentrokan bersenjata antara kedua kesatuan tersebut hingga penumpasan pemberontak PKI. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kronologis tentang konflik militer antara Divisi Siliwangi dengan Divisi Panembahan Senopati yang di Surakarta tahun 1948. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah kritis. Pertama, herusitik yang merupakan tahap pengumpulan data atau sumber-sumber sejarah yang relevan. Kedua, kritik sumber merupakan tahap pengkajian terhadap otentisitas dan kredibilitas sumber-sumber yang diperoleh yaitu dari segi fisik dan isi sumber. Ketiga, interpretasi yaitu dengan mencari keterkaitan makna yang berhubungan antara fakta-fakta yang telah diperoleh sehingga lebih bermakna. Keempat, historiografi atau penulisan yaitu penyampaian sintesis dalam bentuk karya sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik militer di Surakarta yang melibatkan Divisi Siliwangi dan Divisi Panembahan Senopati adalah salah satu rencana penyesatan yang dibuat oleh FDR. Surakarta yang menjadi Sentral antara Yogyakarta sebagai Ibukota RI dan Madiun sebagai pusat Republik Sovyet dijadikan wild west untuk pengalihan perhatian. Pasukan Siliwangi yang hijrah dari Jawa Barat menjadi korban fitnah FDR dan Panembahan Senopati yang menjadi alat pergerakan bagi FDR terlibat dalam drama konflik bersenjata. Pemerintah melalui Jendral Sudirman kemudian mengambil langkah tegas dengan menempatkan Letnan Kolonel Gatot Subroto Sebagai Gubernur Militer Surakarta untuk menindak tegas segala pembangkangan dan tindakan mangkir yang dilakukan kedua kesatuan yang terlibat konflik. Babak penyelesaian konflik militer Surakarta ini adalah penumpasan FDR yang melebur dalam PKI dan melakukan pemberontakan di Madiun oleh pasukan Siliwangi dengan dibantu pasukan Panembahan Senopati yang setia kepada Republik Indonesia. Pasukan Siliwangi yang telah menyelesaikan tugasnya di Surakarta kemudian di Wingate kan kembali ke Jawa Barat untuk menyiapkan perang gerilya. Kata kunci: Militer, Surakarta, 1948.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sejarah
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Ilmu Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 28 Jun 2015 21:33
Last Modified: 30 Jan 2019 00:12
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/21707

Actions (login required)

View Item View Item