PERKEMBANGAN MUSIK KERONCONG DI SURAKARTA TAHUN 1920-1970

Neo, Akbar (2013) PERKEMBANGAN MUSIK KERONCONG DI SURAKARTA TAHUN 1920-1970. S1 thesis, UNY.

[img]
Preview
Text
skripsi.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK PERKEMBANGAN MUSIK KERONCONG DI SURAKARTA TAHUN 1920-1970 Oleh: Neo Akbar 06407141009 Musik Keroncong merupakan suatu corak musik populer yang berasal dari para Mardjiker yang dibebaskan oleh Belanda, dan kemudian berpihak pada Belanda untuk semua kepentingan, baik politik, spiritual maupun budaya, dan telah menetap di pesisir utara Jakarta, yang disebut dengan Kampung Tugu. Dalam perjalanannya, musik keroncong mengalami perkembangan sampai menyebar di beberapa kota besar di pulau Jawa, termasuk di kota Surakarta. Surakarta merupakan kota budaya yang banyak melahirkan musisi-musisi keroncong. Beberapa musisi keroncong mengenalkan kota Surakarta lewat lagu keroncong, sehingga Surakarta dikenal sebagai kota keroncong yang mempunyai ciri musik yang khas gaya Soloan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana musik keroncong muncul dan berkembang di Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yang terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) Heuristik, yaitu suatu tahap untuk mengumpulkan jejak-jejak masa lalu yang dikenal dengan sumber sejarah; (2) Kritik sumber, merupakan kegiatan meneliti atau menganalisa sumber untuk menentukan kebenaran sumber sejarah; (3) Interpretasi, dapat diartikan sebagai penafsiran. Interpretasi berarti juga mengerti, metode khusus yang diajukan guna mendekati sejarah; dan (4) Historiografi, merupakan tahap penyajian atau penulisan sejarah berupa penyampaian sintesis yang diperoleh dalam bentuk karya ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masuknya musik keroncong di Surakarta diawali oleh beberapa grup asal Jakarta yag mengadakan pementasan di kota Surakarta, seperti OK. Lief Java dan Montecarlo. Selain itu ada seniman keroncong dari Jakarta yang pindah ke Surakarta, seniman itu addalah Annie Landouw. Perkembangan musik keroncong di Surakarta dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kondisi sosial budaya masyarakat Surakarta yang mempunyai apresiasi yang tinggi terhadap seni, keterbukaan pemerintah Belanda terhadap seni dan budaya, dan banyaknya seniman dan seniwati yang mempunyai jiwa kreatifitas yang tinggi. Peran pemerintah dalam mendukung kesenian dan kebudayaan di Surakarta ialah pemerintah membangun sarana hiburan dan tempat-tempat pertunjukan seperti Dardanela, Taman Jurug (1878), Sriwedari (1899), Balai Kambang (1921) serta pusat penyiaran radio yang bernama RRI (1933). Pemerintah juga membangun sarana untuk rekaman dengan teknologi canggih pada zaman itu dan satu-satunya di Asia Tenggara yang diberi nama Studio Lokananta (1956). Kata Kunci: Kesenian, Musik, Keroncong, Surakarta.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sejarah
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Ilmu Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 28 Jun 2015 21:33
Last Modified: 30 Jan 2019 00:11
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/21679

Actions (login required)

View Item View Item