MENULUSURI MAKNA PUISI „DAS NACHTLIED“ KARYA FRIEDRICH WIILHELM NIETZSCHE : ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE

Kupang, Maria Yohana Bule (2013) MENULUSURI MAKNA PUISI „DAS NACHTLIED“ KARYA FRIEDRICH WIILHELM NIETZSCHE : ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE. S1 thesis, Universitas Negeri Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Maria Yohana Bule Kupang 09203244045.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Pembacaan heuristik dan hermeneutik, 2) ketidaklangsungan ekspresi: penggantian arti, penyimpangan arti, penciptaan arti 3) matriks, model dan varian dalam puisi Das Nachtlied. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif dan data di peroleh melaluianalisis deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah puisi Das Nachtlied karya Wilhelm Friedrich Nietzsche. Data diperoleh dengan teknik pengamatan, pembacaan heuristik dan hermeneutik. Instrumen dalam penelitian adalah peneliti sendiri (Human Instrument). Data dianalisis dengan teknik penelitian deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperoleh dengan validitas semantis dan diperkuat dengan validitas Expert Judgement. Reliabilitas yang digunakan adalah reliabilitas interrater dan intrarater. Hasil penelitian adalah sebagai berikut 1) pembacaan heuristik menunjukkan bahwa puisi Das Nachtlied menceritakan tentang ungkapan suasana dan isi hati Zarathustra.Pembacaan hermeneutik menunjukkan kesepian, kegelisahan, kemarahan, kerinduan, keputuasaan. Perasaan-perasaan tersebut muncul karena kehidupan individualis Zarathustra. 2) ketidaklangsungan ekspresi meliputi a) penggantian arti ditunjukkan melalui bahasa kiasan metafora, personifikasi, simile. Bahasa kiasan yang sering digunakan adalah metafora dan personifikasi. b) penyimpangan arti yang ditunjukkan melalui ambiguitas dan kontradiksi. Ambiguitas dalam puisi ini berupa, kata, baris, dan bait. Kontradiksi berupa penggunaan gaya bahasa berupa ironi dan paradoks, yang lebih sering digunakan untuk mengungkapkan keadaan dan perasaan hatinya. c) penciptaan arti yang ditunjukkan melalui rima dan enjabement. Ketidakberaturan rima dalam puisi ini menujukkan ketidaknyamanan pegarang. Enjabement dalam puisi ini menunjukkan penegasan dan penekanan satu kata atau kalimat yang digunakan pengarang yang menggambarkan perasaan penulis. 3) matriks dalam puisi ini adalah ungkapan isi hati tentang kesepian yang dirasakan oleh Zarathustra. Model dalam puisi Das Nachtlied adalah Zarathustra dan ditemukan tiga varian yang terdapat pada puisi Das Nachtlied.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: puisi, das nachtlied, semiotika riffaterre
Subjects: Bahasa dan Sastra > Bahasa Jerman
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa Jerman
Depositing User: Admin Pendidikan Bahasa Jerman FBS
Date Deposited: 25 Jun 2015 04:37
Last Modified: 30 Jan 2019 00:06
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/21524

Actions (login required)

View Item View Item