VERBA MODAL BAHASA JERMAN MÜSSEN DAN SOLLEN DALAM ROMAN DAS PARFUM KARYA PATRICK SÜSKIND DAN PADANANNYA DALAM BAHASA INDONESIA DALAM ROMAN PERFUME

Amelia, Dita (2013) VERBA MODAL BAHASA JERMAN MÜSSEN DAN SOLLEN DALAM ROMAN DAS PARFUM KARYA PATRICK SÜSKIND DAN PADANANNYA DALAM BAHASA INDONESIA DALAM ROMAN PERFUME. S1 thesis, Universitas Negeri Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Dita Amelia 09203244004.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) verba modal BJ müssen dan sollen serta padanannya dalam BI, dan (2) hal-hal yang mempengaruhi padanan verba modal BJ müssen dan sollen dalam BI. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah semua kalimat yang mengandung modalitas dengan pengungkapnya berupa verba modal BJ müssen dan sollen yang terdapat dalam roman Das Parfum serta padanannya dalam BI dalam roman Perfume. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca-catat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode agih dan metode padan translasional. Instrumen utama penelitian ini adalah penulis sendiri (human instrument). Untuk menentukan keabsahan data hasil penelitian digunakan teknik intrarater dan interrater. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) verba modal BJ müssen dan sollen memiliki beragam bentuk padanan dalam BI. Verba modal BJ müssen dipadankan dengan verba utama (11 kata ‘terpaksa’, 2 kata ‘dipaksa’, 1 kata ‘memaksa’, 1 kata ‘mengharuskan’, 1 kata ‘menuntut’), verba pewatas (46 kata ‘harus’, 4 kata ‘akan’, 3 kata ‘bisa’, 1 kata ‘boleh’, 1 kata ‘harus bisa’, 1 kata ‘hendak’, 1 kata ‘perlu’), adverbia (6 kata ‘pasti’, 2 kata ‘mestinya’, 1 kata ‘rupanya’), dan padanan zero dalam BI. Verba modal BJ sollen dipadankan dengan verba utama (1 kata ‘diminta’), verba pewatas (8 kata ‘harus’, 6 kata ‘akan’, 2 kata ‘hendak’, 1 kata ‘bisa’, 1 kata ‘boleh’, 1 kata ‘ingin’), adverbia (3 kata ‘mungkin’, 2 kata ‘sewajarnya’, 1 kata ‘bisa jadi’, 1 kata ‘mestinya’, 1 kata ‘mestinya harus’, 1 kata ‘seharusnya’, 1 kata ‘tampak’), dan padanan zero dalam BI; (2) bentuk padanan verba modal BJ müssen dan sollen dalam BI dipengaruhi oleh perbedaan cara pengungkapan modalitas antara BJ dan BI. Modalitas BJ diungkapkan secara gramatikal, salah satunya melalui verba modal BJ müssen dan sollen yang dikonjugasikan. Sedangkan modalitas BI diungkapkan secara leksikal karena diungkapkan oleh berbagai leksem. Perbedaan ini terjadi karena BJ dan BI berasal dari rumpun bahasa yang berbeda.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: verba modal, mussen, sollen, roman, das parfum
Subjects: Bahasa dan Sastra > Bahasa Jerman
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa Jerman
Depositing User: Admin Pendidikan Bahasa Jerman FBS
Date Deposited: 25 Jun 2015 03:28
Last Modified: 25 Jun 2015 03:28
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/21489

Actions (login required)

View Item View Item