ACEH SEBAGAI DAERAH OPERASI MILITER (1989-1998)

Asteria, Herbani (2014) ACEH SEBAGAI DAERAH OPERASI MILITER (1989-1998). S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img]
Preview
Text
1. Halaman Depan.pdf

Download (428kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. Abstrak.pdf

Download (7kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. BAB I.pdf

Download (162kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. BAB II.pdf

Download (259kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. BAB III.pdf

Download (251kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB IV.pdf

Download (148kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB V.pdf

Download (8kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. Daftar Pustaka.pdf

Download (289kB) | Preview

Abstract

Aceh merupakan salah satu pelopor kelahiran Republik Indonesia, namun pada kenyataannya wilayah ini justru selalu diwarnai oleh perjuangan dan pergolakan serta munculnya gerakan separatisme yang berujung diberlakukannya Daerah Operasi Militer. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui situasi dan kondisi Aceh sebelum dijadikan Daerah Operasi Militer pada tahun 1989-1998; (2) mengetahui proses terjadinya Daerah Operasi Militer di Aceh tahun 1989-1998; (3) mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat diberlakukannya Daerah Operasi Militer di Aceh tahun 1989-1998. Penelitian skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah kritis menurut Kuntowijoyo. Tahap pertama adalah pemilihan topik untuk menentukan permasalahan yang akan dikaji. Tahap kedua adalah pengumpulan sumber yang berkaitan tentang permasalahan yang akan di kaji. Tahap ketiga adalah verifikasi yang disebut juga kritik sejarah atau keabsahan sumber. Tahap keempat adalah interpretasi yang merupakan tahap penafsiran. Tahap kelima adalah penulisan sejarah atau historiografi sebagai hasil dari penelitian. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Faktor ekonomi, politik, sosial dan budaya secara keseluruhan memberikan kontribusi yang kompleks dalam konflik di Aceh. Timbulnya gerakan pemberontakan mulai dari Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) hingga munculnya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tahun 1976 merupakan wujud kekecewaan rakyat Aceh kepada pemerintah pusat; (2) Pada tahun 1989 gangguan keamanan di Aceh semakin mengkhawatirkan dengan semakin meningkatnya kekuatan GAM. Pemerintah pusat kemudian memberlakukan Aceh sebagai Daerah Operasi Militer (DOM). Kekerasan yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia semakin memperumit permasalahan yang menimbulkan berbagai pelanggaran HAM; (3) Pemberlakuan DOM untuk mengatasi GAM telah menimbulkan banyak korban. Setelah pemerintahan Soeharto tumbang, berakhir pula status Daerah Operasi Militer di Aceh. Kata Kunci: Aceh, Daerah Operasi Militer, Tahun 1989-1998.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sejarah > Sejarah Modern
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 24 Jun 2015 20:57
Last Modified: 30 Jan 2019 00:02
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/21414

Actions (login required)

View Item View Item