KONTROVERSI ANGKATAN UMAT ISLAM (AUI) KEBUMEN BAGIAN DARI DI/TII JAWA BARAT (1945-1950)

Henri, Wibowo (2014) KONTROVERSI ANGKATAN UMAT ISLAM (AUI) KEBUMEN BAGIAN DARI DI/TII JAWA BARAT (1945-1950). S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img]
Preview
Text
1. COVER.pdf

Download (115kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PERSETUJUAN DLL.pdf

Download (650kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. BAB I.pdf

Download (245kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. BAB II.pdf

Download (334kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. BAB III.pdf

Download (249kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB IV.pdf

Download (368kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB V.pdf

Download (50kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (243kB) | Preview

Abstract

Angkatan Umat Islam (AUI) lahir sebagai organisasi sosial kelaskaran dengan dasar utama Islam. Tokoh sentral AUI adalah Kiai Haji Mahfud Abdurrahman alias Kiai Somalangu dan lebih dikenal masyarakat sebagai “Rama Pusat”. Terbentuknya RIS sebagai hasil persetujuan KMB dijadikan alasan mutlak AUI menentang pemerintahan. Latar belakang “pemberontakan” terjadi karena AUI menolak pembubaran pasukan AUI untuk digabung ke dalam APRIS. Gerakan AUI merupakan pergerakan sosial yang abortif karena gagal mencapai tujuan pergerakan sehingga menimbulkan kontroversi mengenai gerakan ini yaitu antara AUI digolongkan sebagai bagian dari DI/TII Jawa Barat dan AUI bukan merupakan bagian dari DI/TII Jawa Barat. Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat langkah, yakni: (1). Heuristik, yaitu kegiatan menghimpun jejak-jejak masa lalu yang dikenal dengan sumber sejarah; (2). Kritik Sumber, kegiatan meneliti jejak atau sumber sejarah yang telah dihimpun sehingga diperoleh fakta sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan; (3). Interpretasi, yaitu menetapkan makna yang saling berhubungan dari fakta-fakta sejarah yang telah diperoleh; (4). Historiografi, yaitu kegiatan menyampaikan sintesa yang telah diperoleh ke dalam bentuk karya sejarah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kontroversi tentang gerakan ini yang pertama AUI digolongkan sebagai bagian dari DI/TII Jawa Barat karena dianggap gerakan ini sejalan dan senafas dengan gerakan DI/TII Jawa Barat serta sisa-sisa pasukan AUI bergabung dengan DI/TII Jawa Tengah setelah Kiai Mahfud tewas. Pendapat lain menganggap AUI bukan bagian dari DI/TII Jawa Barat karena gerakan AUI timbul karena rasa sakit hati sebab AUI akan dilebur ke dalam APRIS dan Kiai Mahfud selaku pemimpin utama AUI dan para pemimpin lainnya tidak mendapatkan jabatan apa-apa dalam APRIS sehingga pemberontakan itu hanya konflik AUI dengan pemerintah dan pada saat masih dipimpin Kiai Mahfud, AUI tidak pernah bekerja sama atau melakukan pertemuan dengan Kartosuwiryo maupun Amir Fatah. Selain itu terjadi konflik sosial di Kebumen yaitu antara elit birokrasi dengan elit agama, lurah dengan kiai, budaya abangan dengan budaya santri. Faktor yang menyebabkan kegagalan gerakan sosial ini adalah faktor sumber daya manusia, faktor sarana dan prasarana, serta faktor psikologis. Kematian tokoh utamanya yang kharismatik menjadi faktor dominan penyebab gagalnya gerakan sosial di Kebumen itu. Kata Kunci: Angkatan Umat Islam, Kebumen, Kontroversi.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sejarah > Sejarah Modern
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 24 Jun 2015 21:02
Last Modified: 30 Jan 2019 00:00
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/21369

Actions (login required)

View Item View Item