Penanaman Nilai-Nilai Nasionalisme melalui Pembelajaran Sejarah di SMA Kebangsaan Yogyakarta

Fimansyah, Wira (2015) Penanaman Nilai-Nilai Nasionalisme melalui Pembelajaran Sejarah di SMA Kebangsaan Yogyakarta. S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-wira-fimansyah-13705251050.swf

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Proses penanaman nlai-nilai nasionalisme melalui pembelajaran Sejarah di SMA N 11 Yogyakarta (SMA Kebangsaan), (2) Kesulitan-kesulitan yang dialami oleh guru Sejarah dalam proses penanaman nilai-nilai nasionalisme, dan (3) Upaya yang dilakukan oleh guru Sejarah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang muncul dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif naturalistik. Teknik sampling yang digunakan adalah snowball sampling. Subjek penelitian terdiri atas Kepala Sekolah, Wakahumas, dua orang guru Sejarah, dan enam orang siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles & Huberman melalui empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Proses penanaman nilai-nilai nasionalisme melalui pembelajaran Sejarah di SMA Kebangsaan Yogyakarta telah dilaksanakan yakni melalui persiapan pembelajaran (pemantapan RPP), pelaksanaan pembelajaran (menggunakan strategi dengan penugasan yang bervariasi seperti merumuskan perasaan peserta didik melalui karikatur, puisi, pantun, teka-teki silang guna menggali sejauh mana nilai-nilai nasionalisme yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik dan memanfaatkan berbagai media yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran seperti film, gambar, artefak dan lain-lain), dan evaluasi (berupa tes tertulis, pengamatan, dan hasil-hasil tugas). (2) Kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh guru Sejarah dalam proses penanaman nilai-nilai nasionalisme adalah latar belakang peserta didik yang berbeda-beda, kesulitan untuk mengawasi atau mengontrol penggunaan internet, pemberitaan media massa (kurang contoh dari tokoh nasional), dan belum adanya laboratorium sejarah. (3) Upaya yang dilakukan oleh guru Sejarah dalam mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut adalah dengan menjadikan dirinya sebagai teladan bagi peserta didiknya, mengadakan agenda wajib kunjungan ke tempat-tempat bersejarah, lalu dengan berusaha menjadi motivator bagi peserta didiknya, dan selalu ikut serta dalam setiap acara peringatan hari-hari besar nasional.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: nasionalisme, pembelajaran sejarah
Subjects: Ilmu Sosial > Pendidikan IPS
Divisions: Program Pasca Sarjana > Program Pasca Sarjana: Pendidikan IPS
Depositing User: Perpustakaan Program Pascasarjana UNY
Date Deposited: 25 Jun 2015 03:45
Last Modified: 16 Mar 2016 06:39
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/21349

Actions (login required)

View Item View Item