KONSEP PAGURON KI HADJAR DEWANTARA DALAM TAMAN SISWA 1922-1945

Rizal, Izmi KSW (2013) KONSEP PAGURON KI HADJAR DEWANTARA DALAM TAMAN SISWA 1922-1945. S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img]
Preview
Text
1. Halaman Depan.pdf

Download (864kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. Abstrak.pdf

Download (155kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. Bab I.pdf

Download (335kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. Bab II.pdf

Download (327kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. Bab III.pdf

Download (343kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. Bab IV.pdf

Download (331kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. Bab V.pdf

Download (277kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8 Lampiran.pdf

Download (7MB) | Preview

Abstract

Ki Hadjar Dewantara ialah tokoh pendidikan bercorak nasional pertama yang mendirikan Taman Siswa di dalam sebuah konsep yang disebut Paguron. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis sistem paguron menurut Ki Hadjar Dewantara; (2) Mendeskripsikan pengelolaan sistem paguron dalam Taman Siswa (1922-1945); (3) Mendeskripsikan pelaksanaan sistem paguron dalam Taman Siswa (1922-1945). Penelitian skripsi ini menggunakan penelitian sejarah kritis menurut Kuntowijoyo. Tahap pertama ialah pemilihan topik yang merupakan kegiatan untuk menetapkan permasalahan yang akan dikaji didalam penelitian. Tahap kedua adalah pengumpulan sumber yang didapat dari sumber tertulis dan tidak tertulis. Sumber tertulis didapatkan dari perpustakaan Taman Siswa, perpustakaan Museum Sono Budoyo dan Arsip Nasional Republik Indonesia. Sumber tidak tertulis diperoleh dari wawancara dua narasumber yang merupakan murid langsung dari Ki Hadjar Dewantara dan satu pengajar di Taman Siswa. Tahap ketiga adalah verifikasi atau kritik sejarah yang menguji keabsahan sumber untuk memastikan bahwa sumber yang diperoleh sudah valid. Tahap keempat adalah intepretasi yang merupakan kegiatan penafsiran atas data yang diperoleh dari sumber tertulis dan tidak tertulis. Tahap kelima adalah penulisan sejarah sebagai hasil dari penelitian yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Ki Hadjar Dewantara mendirikan Taman Siswa dalam sebuah konsep yang disebut dengan paguron. Konsep paguron merupakan sebuah konsep pendidikan nasional mengacu pada budaya pendidikan yang pernah ada di Indonesia. (2) Diperlukan suatu tempat tinggal bagi guru dan anak didik di dalam lingkungan Taman Siswa. Tempat tinggal untuk siswa diberi nama wisma, ada tiga jenis Wisma di Taman Siswa: Wisma Priyo untuk anak laki-laki, Wisma Rini untuk anak perempuan dan Wisma Prasojo untuk anak yang kurang mampu. Disediakanya wisma ini ikut membantu meringankan biaya pendidikan yang ditanggung oleh perguruan. (3) Di dalam pelaksanaannya Taman Siswa menggunakan metode among sebagai metode pembelajaran, metode ini menempatkan anak didik sebagai sentral pendidikan.Pada masa Belanda Taman Siswa dihadapi peraturan yang menyulitkan dari pemerintah. Pada masa Jepang banyak Taman Siswa yang tutup dikarenakan gedungnya dipakai sebagai tempat latihan militer. Pada masa awal kemerdekaan Taman Siswa bersikap mendukung pemerintah dan mengikuti peraturan kebijakan pendidikan yang dibuat dengan tidak menghilangkan ciri khas Taman Siswa. Kata kunci: Pemikiran Ki Hadjar Dewantara, Paguron, Tahun 1922-1945.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sejarah > Sejarah Modern
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 24 Jun 2015 04:41
Last Modified: 29 Jan 2019 23:50
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/21098

Actions (login required)

View Item View Item