MADRASAH MU’ALLIMIN MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA: DARI SEKOLAH GURU MENJADI SEKOLAH KADER MUHAMMADIYAH (1918-1935)

RIDHO, MUHAMMAD (2013) MADRASAH MU’ALLIMIN MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA: DARI SEKOLAH GURU MENJADI SEKOLAH KADER MUHAMMADIYAH (1918-1935). S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img] Other (FIS Digital)
Sej 06407141007 MUHAMMAD RIDHO Halaman Depan.swf - Published Version

Download (1MB)
[img] Other (FIS Digital)
Sej 06407141007 MUHAMMAD RIDHO Abstrak.swf - Published Version

Download (39kB)
[img] Other (FIS Digital)
Sej 06407141007 MUHAMMAD RIDHO BAB I.swf - Published Version

Download (143kB)
[img] Other (FIS Digital)
Sej 06407141007 MUHAMMAD RIDHO BAB II.swf - Published Version

Download (137kB)
[img] Other (FIS Digital)
Sej 06407141007 MUHAMMAD RIDHO BAB III.swf - Published Version

Download (146kB)
[img] Other (FIS Digital)
Sej 06407141007 MUHAMMAD RIDHO BAB IV.swf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (179kB)
[img] Other (FIS Digital)
Sej 06407141007 MUHAMMAD RIDHO BAB V.swf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (94kB)
[img] Other (FIS Digital)
Sej 06407141007 MUHAMMAD RIDHO Lampiran.swf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Sekolah-sekolah yang di bangun oleh pemerintahan Belanda cenderung hanya untuk mencetak pegawai Belanda. Pendidikan diukur dan diarahkan kepada pembentukan elite sosial untuk selanjutnya dipergunakan sebagai alat bagi kepentingan supremasi politik dan ekonomi Belanda di Indonesia. Sekolahsekolah ini tidak memperhatikan keberadaan agama Islam sebagai agama yang banyak dianut oleh penduduk pribumi, bahkan tidak di ajarkan didalam sekolah. Melihat keadaan ini, maka Muhammadiyah yang mendirikan al Qismul Arqa di Yogyakarta agar dapat memenuhi kebutuhan mereka untuk melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi temasuk. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji tentang Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta berdiri dan menjadi sekolah kader Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah kritis. Pertama, heuristik yang merupakan tahap pengumpulan sumber-sumber sejarah yang relevan. Kedua kritik sumber, merupakan tahap pengkajian terhadap otentisitas dan kredibilitas sumber-sumber yang diperoleh yaitu dari segi fisik dan isi sumber. Ketiga, Interpretasi yaitu mengangkat fakta dan mencari keterkaitan makna yang berhubungan antara fakta-fakta yang telah diperoleh sehingga lebih bermakna. Keempat, penulisan yaitu penyampaian sintesis dalam bentuk karya sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al Qismul Arqa adalah sekolah hasil pembaharuan pendidikan oleh K.H.Ahmad Dahlan, sekolah ini perpaduan ilmu umum dan ilmu agama dalam materi pengajarannya. Pada tahun 1921 al Qismul Arqa berubah nama menjadi Pondok Muhammadiyah dan pada tahun 1923 secara resmi Pondok Muhammadiyah berubah menjadi Kweekschool Islam. Kweekschool Islam Muhammadiyah pada tahun 1924 dipisahkan antara murid perempuan dan murid pria. Munculnya kebijakan ordonansi sekolah liar pada tahun 1934 menjadikan Kweekschool Muhammadiyah dirubah dengan nama Mu’allimin Muhammadiyah dan bahkan pada kongres Muhammadiyah ke-21 di Makassar Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah sudah dikelola langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan mendapat predikat sebagai sekolah kader Muhammadiyah. Kata kunci : Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Sekolah Kader Muhammadiyah, Yogyakarta.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Umum > Penelitian
Ilmu Sosial > Sejarah
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Ilmu Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 11 Jun 2015 05:15
Last Modified: 29 Jan 2019 23:27
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/20375

Actions (login required)

View Item View Item