PENGELOLAAN KELAS DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SE KECAMATAN MUNTILAN

Rury Sandra, Dewi (2015) PENGELOLAAN KELAS DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SE KECAMATAN MUNTILAN. S1 thesis, Universitas Negeri Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Rury Sandra Dewi.pdf

Download (5MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang; (1) masalahmasalah pengelolaan kelas baik individu maupun kelompok dan; (2) upaya mengatasi masalah pengelolaan kelas yang terjadi dalam proses pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama se Kecamatan Muntilan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan satu variabel yaitu pengelolaan kelas. Subjek penelitian ini adalah guru SMP negeri maupun swasta di Kecamatan Muntilan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, observasi partisipasi pasif, serta wawancara terstruktur. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan perhitungan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagai berikut: (1) Masalah individu yang banyak terjadi yaitu: tingkah laku siswa ingin mendapat perhatian orang lain (52%); tingkah laku ingin menunjukkan kekuatan (27,5%); tingkah laku ingin menyakiti orang lain (21%); dan tingkah laku sebagai peragaan ketidakmampuan (15%). Untuk masalah kelompok yang paling menonjol yaitu: ketika pembelajaran kelompok, kelompok mudah beralih perhatiannya dari tugas guru (79%), kelas mereaksi negatif terhadap salah seorang anggota (54%), semangat kerja rendah (25%), kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru (23%), keadaan kelas kurang kohesif (13%), dan kelas membesarkan hati anggota kelas yang justru melanggar norma (8%). (2) Upaya mengatasi masalah pengelolaan kelas baik masalah individu maupun kelompok, yang pertama kali dilakukan oleh guru yaitu dengan memberi teguran dan nasehat terhadap siswa dan kelompok yang bermasalah. Ketika teguran dan nasehat tidak dihiraukan lagi, guru mulai melakukan pendekatan interpersonal terhadap individu atau kelompok yang bermasalah. Kemudian jika siswa masih mengulangi perbuatannya, guru melaporkan kepada guru wali kelas dan guru bimbingan konseling. Perbedaan upaya mengatasi masalah individu dan kelompok hanya terletak pada objek yang diatasi. Pada masalah individu, guru mengatasinya secara langsung ditunjukkan pada individu yang bermasalah, sedang untuk masalah kelompok ditujukan kepada kelompok yang terlibat dalam masalah pengelolaan kelas tersebut.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Pendidikan > Administrasi Pendidikan
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Administrasi Pendidikan
Depositing User: Admin Administrasi Pendidikan FIP
Date Deposited: 30 Jun 2015 03:22
Last Modified: 29 Jan 2019 23:13
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/20008

Actions (login required)

View Item View Item