PERAN DEAF ART COMMUNITY (DAC) YOGYAKARTA DALAM PEMBERDAYAAN ANAK TUNARUNGU MELALUI BIDANG KESENIAN

Octaviani, Rani Dewi (2015) PERAN DEAF ART COMMUNITY (DAC) YOGYAKARTA DALAM PEMBERDAYAAN ANAK TUNARUNGU MELALUI BIDANG KESENIAN. S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img] Other (FIS Digital)
Skripsi Full Sos 11413244001.swf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Deaf Art Community Yogyakarta (DAC) merupakan komunitas yang didirikan atas pemikiran anak-anak tunarungu yang ingin mendalami bidang seni. Pengurus dan anggota yang bergabung di DAC adalah anak-anak tunarungu. Walaupun tunarungumereka mampu mengadakan berbagai pertunjukkan seni dan mereka memilikibanyak penghargaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa anak-anak tunarungu juga dapat berprestasi di bidang seni. Banyak pertunjukan yang telah dilakukan oleh DAC, hal ini menjadi daya tarik masyarakat umum. Hal tersebut karena DAC mampu melakukan pemberdayaan kepada anak tunarungu melalui bidang kesenian sehinga mereka mampu membuat pertunjukkan dan pemperoleh berbagai macam penghargaan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peran yang dilakukan oleh Deaf Art Community Yogyakarta dalam pemberdayaan anak-anak tunarungu melalui bidang kesenian. Selain hal tersebut, peneliti juga ingin mengetahui tentang faktor yang dapat menghambat dan mendorong peran DAC dalam pemberdayaan terhadap anak tunarungu. Serta dampak dari peran yang telah dilakukan oleh DAC terhadap anak-anak tunarungu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data berupa kata-kata dan tindakan, sumber tertulis dan foto atau dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengambilan data purposive sampling. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan untuk analisis datanya menggunakan analisis model interaktif Miles dan Huberman. Peran Deaf Art Community(DAC) Yogyakarta dalam pemberdayaan anak tunarungu melalui bidang kesenian dengan dua cara yaitu struktural dan komunikasi. Upaya secara struktural yaitu dengan membuat programdi bidang kesenian seperti pentas dan latihan. Sedangkan peran dari sistem komunikasinya yaitu para pengurus DAC sering melakukan komunikasi intensif antar individu maupun komunikasi kelompok dengan para anggota DAC. Faktor pendorong peran DAC berjalan baik adalah semangat, motivasi, kemauan belajar yang dimiliki oleh anak-anak tunarungu. Sedangkan faktor penghambatnya adalah rasa malu, rasa rendah hati serta rasa percaya diri yang rendah. Dengan adanyaperan yang dilakukan oleh DAC anak-anak tunarungu memiliki tingkat kreativitas yang tinggi dan memiliki rasa percaya diri yang lebih besar dari sebelumnya mereka bergabung dengan DAC. Kata Kunci: Peran DAC, Pemberdayaan Anak Tunarungu, Faktor dan Dampak Pemberdayaan.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Umum > Penelitian
Ilmu Sosial > Sosiologi Antropologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Administrasi Negara
Depositing User: Admin Pendidikan Sosiologi FIS
Date Deposited: 27 May 2015 04:11
Last Modified: 29 Jan 2019 22:53
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/19517

Actions (login required)

View Item View Item