Pengelolaan Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat

Vangestel, Deomedes (2015) Pengelolaan Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-deomedes-vangestel-12703251011.swf

Download (6MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengelolaan laboratorium IPA SMPN di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, termasuk mengidentifikasi faktor penghambat dan cara mengatasinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-naturalistik yang dilakukan di SMPN yang ada di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan: obvservasi, wawancara, dan analisis dokumen. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan bantuan pedoman observasi, pedoman wawancara, dananalisisdokumen. Validasi data diperoleh melalui triangulasi sumber (cross check) dan konfirmasi responden (member check). Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa laboratorium IPA SMPN yang ada di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat: 1) dalam proses pengelolaan (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi) ada beberapa hal yang sudah dilakukan seperti: menyusun perencanaan struktur organisasi, perencanaan sistem administrasi, mengkoordinasikan jadwal kegiatan laboratorium, dan memantau kondisi keamanan laboratorium (alat, bahan, dan bangunan) tetapi ada beberapa hal yang belum dilakukan seperti tidak adanya: rencana pengembangan pengadaan tenaga ahli, rencana pemisahan laboratorium berdasarkan mata pelajaran di SMP, pembagian ruangan menjadi tiga ruangan, rincian tugas teknisi dan laboran, laporan periodik, serta tidak adanya penilaian kinerja; 2) faktor penghambat yaitu adalah pemberian tugas oleh kepala leboratorium kepada bawahanya (teknisi dan laboran) hanya disampaikan secara verbal tanpa diikuti dengan adanya dalam bentuk print out ataupun laporan; 3) mengatasi faktor penghambat dengan cara menggunakan strategi yang dilakukan oleh unsur-unsur terkait (kepala sekolah, kepala laboratorium, teknisi, laboran, dan guru) ikut bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan praktek yang ada di laboratorium.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: pengelolaan, kualitatif-naturalistik, laboratorium IPA
Subjects: Manajemen
Divisions: Program Pascasarjana > Manajemen Pendidikan
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 23 Apr 2015 00:15
Last Modified: 09 May 2019 02:00
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/17268

Actions (login required)

View Item View Item