KAMBOJA PADA MASA PEMERINTAHAN POL POT1975-1979

Rini, Puspitasari (2013) KAMBOJA PADA MASA PEMERINTAHAN POL POT1975-1979. S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img]
Preview
Text
1. Halaman depan.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. BAB I.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. BAB III.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB IV.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Kamboja menjadi sorotan dunia internasional pada tahun 1975-1979 ketika berada di bawah pemerintahan Pol Pot. Kebijakan-kebijakan radikal yang dijalankan pada masa pemerintahan Pol Pot membuat rakyat Kamboja menderita dan kehilangan banyak penduduk. Skripsi ini bertujuan: (1) untuk mengetahui keadaan Kamboja pada masa pemerintahan Pol Pot, (2) kepemimpinan Pol Pot di Kamboja, dan (3) kerja sama luar negeri Kamboja pada masa pemerintahan Pol Pot. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode sejarah kritis. Menurut Louis Gottschalk, metode sejarah kritis memiliki empat tahapan yaitu: (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) interpretasi, dan (4) historiografi atau penulisan sejarah. Metode sejarah kritis meliputi proses heuristik (mengumpulkan sumber), menguji, menganalisis sumber dengan disertai kritik, baik itu kritik intern maupun ekstern, kemudian diinterpretasikan serta disajikan dalam bentuk tulisan karya sejarah (historiografi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kamboja pada masa pemerintahan Pol Pot mengalami penderitaan yang berkepanjangan. Pol Pot sebagai pemimpin baru Kamboja mengubah ideologi Kamboja, yang semula menganut ideologi kapitalis pro Barat menjadi ideologi komunis. Pol Pot menjalanakan pemerintahan secara radikal dan brutal. Berbagai kebijakan yang dijalankan antara lain mendeklarasikan Tahun Nol bagi negara Kamboja, menutup Kamboja dari dunia luar, melakukan evakuasi penduduk dari daerah kota ke daerah-daerah pertanian, penghapusan mata uang, penghapusan pendidikan, pelarangan kegiatan keagamaan, menjalankan sistem kerja paksa, dan melakukan pembunuhan massal. Kebijakan yang menjadi sorotan internasional yaitu ketika Pol Pot melakukan pembunuhan massal terhadap golongan intelektual dan lawan politiknya. Akibat dari kebijakan radikal tersebut Kamboja kehilangan penduduk lebih kurang 2 juta jiwa dalam kurun waktu 1975-1979. Terlebih ketika Pol Pot terlibat konflik dengan Vietnam. Konflik perbatasan Kamboja-Vietnam melibatkan dua kekuatan besar yaitu Cina dan Uni Soviet yang saling berebut pengaruh di Indochina. Konflik itu membuat Pol Pot tidak mampu bertahan dan akhirnya meninggalkan Kamboja. Kepergian Pol Pot dari Kamboja menandai berakhirnya pemerintahan komunis radikal di Kamboja. Kata Kunci: Pol Pot, Kamboja, dan 1975-1979

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sejarah > Sejarah Modern
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 15 Apr 2015 00:07
Last Modified: 29 Jan 2019 20:59
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/16416

Actions (login required)

View Item View Item