DINAMIKA KEISTIMEWAAN YOGYAKARTA (1945-1965)

Felinda, Inna (2011) DINAMIKA KEISTIMEWAAN YOGYAKARTA (1945-1965). S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img] Other (FIS Digital)
Skripsi Full 08406244043.swf - Published Version

Download (902kB)

Abstract

Keistimewaan Yogyakarta menjadi perdebatan yang sangat panjang hingga sekarang ini. Kemunculan keistimewaan Yogyakarta merupakan hadiah dari proses perjuangan yang sangat panjang. Tujuan dari penulisan ini adalah memaparkan mengenai dinamika keistimewaan Yogyakarta. Permasalahan yang akan dibahas dalam karya ini adalah sejarah berdirinya Yogyakarta, Yogyakarta setelah proklamasi dan perjuangan mendapatkan hak daerah istimewa. Metode dalam penulisan skripsi ini adalah metode penelitian sejarah kritis yang terdiri dari empat langkah. Pertama adalah heuristik, yaitu mengumpulkan sumber-sumber baik dengan mengkaji buku-buku yang relevan, Koran, serta wawancara dengan beberapa pihak. Langkah kedua adalah kritik sumber dimana penulis meneliti sumber yang diperoleh baik secara ekstern maupun intern sehingga diperoleh data yang dapat dipertanggungjawabkan. Setelah dilakukan kritik sumber, tahap ketiga yaitu menafsirkan secara analisis atau sintetis dari bahan yang telah diperoleh sebagai tahap interpretasi. Tahap keempat adalah historiografi (penyajian), dimana pada bagian ini penulis menyajikan hasil penafsiran tersebut secara kronologis dan deskriptif analitis dalam bentuk karya sejarah. Berdasarkan masalah yang dikaji dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa Kasultanan Yogyakarta merupakan bagian dari Kerajaan Mataram yang terpecah menjadi dua bagian yaitu Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Masuknya Belanda ke Kasultanan Yogyakarta membuat Sri Sultan tidak memiliki kekuasaan dalam pemerintahan karena diurus oleh Pepatih Dalem. Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, Yogyakarta bergabung dengan RI dan mulai dari sinilah Sri Sultan sangat berperan dalam perpolitikan nasional. Karena pemimpin Yogyakarta mengeluarkan amanat-amanat dan maklumat, maka pemerintah mengeluarkan UU No. 22 tahun 1948 yang menetapkan Yogyakarta sebagai daerah tingkat II dan diperbarui dengan UU No 3 Tahun 1950 yang menetapkan Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kemudian muncul UU No. 1 Tahun 1957 dan UU No. 6 Tahun 1959 yang isinya tentang pemerintahan daerah, serta yang terakhir adalah dengan dikeluarkannya UU No. 18 Tahun 1965 yang mengakui bahwa Yogyakarta adalah salah satu daerah istimewa dan setingkat dengan provinsi. Keistimewaan Yogyakarta dilihat dari kota perjuangan dalam bidang pendidikan, ibukota perjuangan, keharmonisan antar pemimpin, dan menjadi sumber kearifan bagi rakyatnya. Selain itu, Yogyakarta merupakan daerah yang memiliki budaya yang adi luhur dan merupakan warisan budaya dari zaman dulu yang masih ada sampai sekarang. Kata Kunci : Dinamika, Keistimewaan Yogyakarta, 1945-1965

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Umum > Penelitian
Ilmu Sosial > Kebudayaan
Ilmu Sosial > Sejarah
Ilmu Sosial > Sejarah > Sejarah Umum
Ilmu Sosial > Sejarah > Sejarah Peradaban
Ilmu Sosial > Sejarah > Sejarah Kuno
Ilmu Sosial > Sejarah > Sejarah Abad Pertengahan
Ilmu Sosial > Sejarah > Sejarah Modern
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 14 Apr 2015 00:25
Last Modified: 29 Jan 2019 20:52
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/16222

Actions (login required)

View Item View Item