LAYANAN PENDIDIKAN BAGI SISWA BERKESULITAN BELAJARMATEMATIKA (DYSCALCULIA) DI SD NEGERI GIWANGAN YOGYAKARTA

Rufaida Aristya, Choirunnisa (2014) LAYANAN PENDIDIKAN BAGI SISWA BERKESULITAN BELAJARMATEMATIKA (DYSCALCULIA) DI SD NEGERI GIWANGAN YOGYAKARTA. S1 thesis, PGSD.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI-RUFAIDA ARISTYA CHOIRUNNISA-PGSD-10108241103.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan layanan pendidikan bagi siswa berkesulitan belajar matematika (dyscalculia) di kelas V A SD Negeri Giwangan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas, guru pembimbing khusus dan satu siswa berkesulitan belajar matematika (dyscalculia). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dengan triangulasi teknik dan sumber, bahan referensi sertamember check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah melakukan asesmen antara lain dengan mengadakan tes IQ dan pengamatan kemampuan sehari-hari untuk menentukan layanan pendidikan yang diperlukan siswa. Program pendidikan individual untuk siswa berkesulitan belajar matematika (dyscalculia) disusun secara umum dan khusus (untuksetiap materi dalam pelajaran matematika). Siswa berkesulitan belajar matematika (dyscalculia) memperoleh pembelajaran yang sama dengan siswa lainnya di kelas inklusif, hanya untuk pembelajaran matematika dilaksanakan secara individual oleh guru pembimbing khusus. Perumusan tujuan, materi dan evaluasi pembelajaran disesuaikan dengan rancangan modifikasi pembelajaran yang dibuat di awal semester. Metode yang digunakan adalah pengulangan dan latihan. Guru menggunakan benda-benda di sekitar sebagai media pembelajaran bagi siswa berkesulitan belajar matematika (dyscalculia). Dalam pelaksanaan layanan pendidikan untuk siswa berkesulitan belajar matematika (dyscalculia) guru pembimbing khusus memiliki peran yang lebih dominan daripada guru kelas. Padahal dalam setting inklusif seharusnya siswa menjadi tanggungjawab guru kelas. Kata kunci: layananpendidikan, kesulitan belajar matematika, dyscalculia

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Pendidikan > Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Bahasa dan Sastra > Bahasa dan Sastra Indonesia
Pendidikan > Pra Sekolah dan Sekolah Dasar > Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > PGSD - Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Depositing User: Admin PGSD FIP
Date Deposited: 06 Apr 2015 03:34
Last Modified: 29 Jan 2019 19:40
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/14326

Actions (login required)

View Item View Item