KEMATANGAN EMOSI PADA REMAJA PUTRI YANG MELAKUKAN PERNIKAHAN DINI DI DESA KALIAGUNG KABUPATEN KULON PROGO

Asmidayati, Asmidayati (2015) KEMATANGAN EMOSI PADA REMAJA PUTRI YANG MELAKUKAN PERNIKAHAN DINI DI DESA KALIAGUNG KABUPATEN KULON PROGO. S1 thesis, Fakultas Ilmu Pendidikan.

[img] Text
SKRIPSI ASMI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kematangan emosi dilihat dari kontrol emosi, penggunaan fungsi kritis mental, pemahaman diri serta peran dan interaksi suami, mertua, dan sahabat terhadap remaja putri yang melakukan pernikahan dini di Desa Kaliagung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang remaja putri yang melakukan pernikahan dini dan berusia 15 hingga 18 tahun. Setting penelitian berada di rumah ketiga subjek dan rumah sahabat subjek. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan observasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan yaitu terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian terhadap 3 remaja putri menunjukkan bahwa: (1) kontrol emosi: Ema mampu mengungkapkan emosi dan mengendalikan emosi. Santi menunjukkan emosi masih meledak-ledak saat bertengkar dengan suami namun mampu mengungkapkan perasaan kepada sahabat dekat, sementara itu Ana menunjukkan sikap menarik diri dan menangis ketika menghadapi persoalan dengan mertua; (2) penggunaan fungsi kritis mental: Ema mampu berfikir kritis dikarenakan adanya dukungan dari suami dan keluarga. Santi dapat berpikir kritis dikarenakan semenjak bekerja memiliki kesadaran dan tanggung jawab. Sementara itu Ana belum dapat berfikir secara kritis ketika menghadapi persoalan; (3) pemahaman diri: Ema, Santi, dan Ana memiliki pemahaman mengenai kepribadiannya; (4) peran dan interaksi lingkungan sosial: a) suami: suami Ema dan Ana menghargai subjek dalam pernikahan kecuali suami Santi sering membuat Santi marah terlebih karena faktor ekonomi. Ema, Santi, dan Ana menetap bersama suami sehingga komunikasi yang terjalin lancar. b) mertua: mertua Ema memperlakukan Ema seperti anak kandung karena pengalaman menikah dini yang sama. Hal ini ditunjukkan oleh sikap sabar dan telaten dalam mengajari Ema peran sebagai seorang istri dan calon ibu. Mertua Santi menunjukkan dukungan berupa sikap menghargai Santi serta bersedia mengasuh Adit semenjak Santi bekerja. Mertua Ana menunjukkan sikap ramah namun kurang memiliki kesempatan berkomunikasi karena kesibukan mertua bekerja. c) sahabat: ketiga subjek memiliki sahabat yang masih intens berkomunikasi dengan subjek. Kata kunci : kematangan emosi, remaja putri, pernikahan dini

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Pendidikan > Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) > Bimbingan dan Konseling
?? ppb ??
Depositing User: Admin Psikologi Pendidikan dan Bimbingan FIP
Date Deposited: 02 Apr 2015 00:01
Last Modified: 29 Jan 2019 19:15
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/13645

Actions (login required)

View Item View Item