COPING PADA ANAK DALAM PERKAWINAN BEDA AGAMA DI KECAMATAN KALIBAWANG

Putri Yanuariska Sari, Putri (2015) COPING PADA ANAK DALAM PERKAWINAN BEDA AGAMA DI KECAMATAN KALIBAWANG. S1 thesis, Fakultas Ilmu Pendidikan.

[img] Text
Skripsi Putri Yanuariska NIM 10104241024.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan psikologis yang sering dialami anak dalam perkawinan beda agama serta mendeskrisipsikan gambaran coping anak dalam perkawinan beda agama dalam mengatasi permasalahan psikologis yang muncul. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga anak yang memiliki orang tua beda agama di Kecamatan Kalibawang. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi sehingga instrumen penelitiannya berupa pedoman wawancara dan pedoman observasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan interactive model. Hasil penelitian yang didapat yaitu permasalahan yang dihadapi anak dalam perkawinan beda agama antara lain anak ingin orang tua memiliki agama yang sama dengan agama anak, anak ingin merayakan hari raya bersama orang tua, tidak nyaman dengan perbedaan agama orang tua, perkawinan orang tua belum diresmikan secara agama, tidak mampu mempelajari agama orang tua, dan tidak mampu mendoakan orang tua. Hasil penelitian lain yang diperoleh yaitu coping yang digunakan pada anak dalam perkawinan beda agama adalah coping yang berfokus pada emosi dan coping yang berfokus pada masalah. Coping yang berfokus pada emosi antara lain berdoa, memandang positif perbedaan agama orang tua, dan mengambil hikmah dari perbedaan agama orang tua. Sedangkan coping yang berfokus pada masalah antara lain mengalihkan perhatian dengan berkumpul bersama teman-teman dan menyelesaikan masalah dengan tindakan. Berdasarkan jenis coping yang ada, coping yang digunakan pada anak dalam perkawinan beda agama adalah coping positif. Coping positif yang digunakan dipengaruhi oleh banyaknya waktu yang dimiliki, status sosial ekonomi keluarga, dukungan sosial, dan penilaian terhadap perbedaan agama orang tua. Kata kunci: coping, perkawinan beda agama

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Pendidikan > Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
?? ppb ??
Depositing User: Admin Psikologi Pendidikan dan Bimbingan FIP
Date Deposited: 17 Mar 2015 03:08
Last Modified: 29 Jan 2019 19:01
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/13119

Actions (login required)

View Item View Item