MODEL KOLABORASI PERGURUAN TINGGI DENGAN INDUSTRI DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF PRAKTIK BAJA DAN LOGAM DI FT UNY

Suparman B, M.Pd. (2007) MODEL KOLABORASI PERGURUAN TINGGI DENGAN INDUSTRI DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF PRAKTIK BAJA DAN LOGAM DI FT UNY. UNY.

[img]
Preview
Text
.Suparman_B.pdf

Download (10kB) | Preview

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh: (1) model kolaborasi antara FT UNY dengan industri yang efektif dan efisien. (2) hasil praktik model kolaborasi pembelajaran praktik baja & logam. Penelitian ini dilakukan di bengkel praktik Baja & Logam FT UNY dan di industri baja & logam. Terpilih sebagai industri mitra kolaborasi adalah CV Gracia yang terletak di jalan Ring Road Utara Pandeansari Yogyakarta. Tenaga instruktur yang terpilih ada¬lah juga dari CV Gracia. Pemilihan industri didasarkan pada kuali¬tas produk yang dihasilkan industri yang dapat menembus ekspor ke manca negara. Sementara itu, tenaga instruktur dari industri di¬pi¬lih yang telah memiliki pengalaman yang dibuktikan dengan ser¬ti¬fikat yang dimiliki. Ada tiga model pembelajaran yang diteliti, ya¬itu model kolaborasi 1, model kolaborasi 2, dan model tanpa ko¬la-borasi. Model kolaborasi 1 adalah model pembelajaran dengan te¬na¬ga instruktur dari industri dan dari FT UNY dengan tempat se¬ba¬gian di FT UNY dan sebagian lainnya di industri. Model kolaborasi 2 adalah model pembelajaran dengan tenaga instruktur dari industri dan dari FT UNY dengan tempat seluruhnya di FT UNY. Model tanpa kolaborasi adalah model pembelajaran yang dilakukan oleh seorang instruktur dari FT UNY dan tempat praktik hanya di FT UNY. Data dikumpulkan melalui monitoring selama proses pembe¬la¬jaran berlangsung, melalui angket setelah akhir semester, dan pe¬nilaian produk praktik. Data proses pembelajaran dianalisis secara deskriptif persentase, sedang data sikap dan produk praktik di¬ana¬lisis secara statistik non parametrik. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pembelajaran dengan model kolaborasi 1 mampu menghasilkan produk praktik yang layak dijual di masyarakat, dan sikap/apresiasi mahasiswa terhadap pekerjaan baja & logam yang baik. (2) pembelajaran dengan model kolaborasi 2 mampu menghasilkan produk praktik yang layak dijual di masyarakat, dan sikap/apresiasi mahasiswa terhadap pekerjaan baja & logam yang baik. (3) pembelajaran dengan model tanpa kolaborasi belum mampu menghasilkan produk praktik yang layak dijual di masyarakat. (4) Tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil pembelajaran (baik produk maupun sikap/apresiasi) model kolaborasi 1 dengan model kolaborasi 2 (p>0,05). (5) Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pembelajaran (berupa produk) model kolaborasi (1 maupun 2) dengan model tanpa kolaborasi (p<0,01). Kata kunci: kolaborasii, praktik baja & logam, industri. FT, 2007 (PEND. TEK. SIPIL & PERENCANAAN)

Item Type: Other
Subjects: Teknik & Teknologi > Teknik Sipil dan Perencanaan
Divisions: Fakultas Teknik > Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan > S1 Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan
Depositing User: lembaga penelitian
Date Deposited: 29 Jun 2012 06:34
Last Modified: 29 Jun 2012 06:34
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/1283

Actions (login required)

View Item View Item