PERAN KOMUNITAS DALAM INTERAKSI SOSIAL REMAJA DI KOMUNITAS ANGKLUNG YOGYAKARTA

Ambar Kusumastuti, Ambar (2014) PERAN KOMUNITAS DALAM INTERAKSI SOSIAL REMAJA DI KOMUNITAS ANGKLUNG YOGYAKARTA. S1 thesis, Universitas Negeri Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Skripsi_PDF.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran komunitas dalam interaksi sosial rejama di Komunitas angklung Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pengelola komunitas, anggota komunitas dan masyarakat sekitar komunitas. Sebagai informan kunci adalah pengelola yaitu ketua dan pendiri komunitas yang sekaligus sebagai pelatih Komunitas Angklung Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti merupakan instrumen utama dalam penelitian dengan dibantu pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, menampilkan data, dan verifikasi data. Trianggulasi yang digunakan untuk menguji keabsahan data adalah trianggulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Peran komunitas dalam interaksi sosial remaja di Komunitas Angklung Yogyakarta yaitu sebagai tempat coming out, tempat tukar informasi, tempat menunjukkan eksistensi, dan tempat untuk saling menguatkan. Adapun hasil dari peran tersebut antara lain: a) tempat coming out yaitu anggota yang bergabung dalam Komunitas Angklung pada akhirnya siap keluar dan berkumpul dengan komunitas lainnya, b) tempat tukar informasi yaitu menyampaikan pesan baik berupa materi maupun pesan dari anggota yang berhalangan hadir ataupun penyampaian info-info seputar kesenian tradisional, c) tempat menunjukkan eksistensi yaitu anggota yang bergabung dalam komunitas ini memiliki usaha untuk menunjukkan identitas dan eksistensi di lingkungan masyarakat sekitar yaitu dengan ikut sertanya anggota dalam pementasan seni angklung yang dipentaskan dihadapan masyarakat, d) tempat untuk saling menguatkan yaitu apabila ada anggota yang mengalami masalah maka anggota yang lain membantu dengan memberi dukungan dan saling menguatkan. Faktor pendukung interaksi sosial remaja di Komunitas Angklung Yogyakarta meliputi mutu, dalam hal ini dilihat dari kekompakan anggota, sikap saling menghargai, kerja sama, tempat kegiatan, serta pengelola yang mendukung adanya Komunitas Angklung Yogyakarta. Faktor penghambat dalam interaksi sosial remaja di Komunitas Angklung Yogyakarta yaitu jumlah anggota dan kurangnya pelatih. Kata Kunci: interaksi sosial, peran komunitas

Item Type: Thesis (S1)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) > Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Admin Pendidikan Luar Sekolah FIP
Date Deposited: 20 Mar 2015 03:27
Last Modified: 29 Jan 2019 18:56
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/12758

Actions (login required)

View Item View Item