Kinerja Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Negeri Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa di Kabupaten Sleman

Pambayun, NIrmala Adhi Yoga (2014) Kinerja Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Negeri Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa di Kabupaten Sleman. S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-nirmala-adhi-yoga-pambayun-12702251036.swf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Negeri Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa di Kabupaten Sleman ditinjau dari dimensi input, proses dan output. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan model discrepancy. Responden pada penelitian ini adalah pengurus BKK dan siswa tingkat akhir (kelas XII atau XIII) di SMK Negeri Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa di Kabupaten Sleman yang terdiri dari SMKN 2 Depok, SMKN 1 Seyegan, dan SMKN 1 Cangkringan. Penarikan sampel dilakukan pada responden siswa dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan inventori, lembar observasi, lembar dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, kinerja BKK SMK Negeri Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa ditinjau dari dimensi input secara umum masuk dalam kategori rendah, dengan kesenjangan (discrepancy) antara rata-rata skor kinerja dari seluruh BKK dengan skor maksimum sebesar 58,12% (discrepancy tinggi). Rincian kinerja BKK ditinjau dari dimensi input dari masing-masing SMK adalah sebagai berikut: (1) BKK SMKN 2 Depok masuk dalam kategori baik dengan discrepancy sebesar 33,33% (discrepancy rendah); (2) BKK SMKN 1 Seyegan masuk dalam kategori rendah dengan discrepancy sebesar 62,75% (discrepancy tinggi); (3) SMKN 1 Cangkringan masuk dalam kategori sangat rendah dengan discrepancy sebesar 78,26% (discrepancy sangat tinggi). Ditinjau dari dimensi proses, secara umum masuk dalam kategori rendah dengan kesenjangan (discrepancy) antara rata-rata skor kinerja dari seluruh BKK dengan skor maksimum sebesar 51,71% (discrepancy tinggi). Rincian kinerja BKK ditinjau dari dimensi proses dari masing-masing SMK adalah sebagai berikut: (1) BKK SMKN 2 Depok masuk dalam kategori baik dengan discrepancy sebesar 27,71% (discrepancy rendah); (2) BKK SMKN 1 Seyegan masuk dalam kategori rendah dengan discrepancy sebesar 57,37% (discrepancy tinggi); (3) SMKN 1 Cangkringan masuk dalam kategori rendah dengan discrepancy sebesar 70,05% (discrepancy tinggi). Ditinjau dari dimensi output, secara umum masuk dalam kategori rendah dengan kesenjangan (discrepancy) antara rata-rata skor kinerja dari seluruh BKK dengan skor maksimum sebesar 66,44% (discrepancy tinggi). Rincian kinerja BKK ditinjau dari dimensi output dari masing-masing SMK adalah sebagai berikut: (1) BKK SMKN 2 Depok masuk dalam kategori baik dengan discrepancy sebesar 45,44% (discrepancy rendah); (2) BKK SMKN 1 Seyegan masuk dalam kategori rendah dengan discrepancy sebesar 73,91% (discrepancy tinggi); (3) SMKN 1 Cangkringan masuk dalam kategori sangat rendah dengan discrepancy sebesar 79,96% (discrepancy sangat tinggi).

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: Kinerja, Bursa Kerja Khusus (BKK), Input, Proses, Output
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Kejuruan
Divisions: Program Pascasarjana > Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 09 Mar 2015 02:47
Last Modified: 09 May 2019 01:12
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/12608

Actions (login required)

View Item View Item