Pengelolaan Unit Produksi SMK Negeri Rumpun Bangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta (StudiKasus SMKN 2 Pengasih Kulonprogo)

Gunadi, Ahmad (2014) Pengelolaan Unit Produksi SMK Negeri Rumpun Bangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta (StudiKasus SMKN 2 Pengasih Kulonprogo). S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-ahmad-gunadi-11702259051.swf

Download (66MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: 1) perencanaan, 2) pengorganisasia, 3) pelaksanaan, dan 4) pengawasan unit produksi Jurusan Teknik Konstruksi Kayu di SMKN 2 Pengasih, Kabupaten Kulonprogo. Penelitian ini merupakan penelitiankualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah pengelola unit produksi Jurusan Teknik Konstruksi Kayu SMKN 2 Pengasih, yang meliputi: Ketua Unit Produksi Teknik Konstruksi Kayu, Ketua Unit produksi sekolah, dan Kepala Bengkel Teknik Konstruksi Kayu.Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumen yang ada di unit produksi. Analisis data melalui tahapan pemilahan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) perencanaan UPJ Jurusan Teknik Konstruksi Kayu belum dilakukan dengan baik; 2) kendala dalam perencanaan yaitu tidak ada rapat rutin yang khusus membahas UPJ dan lemahnya dokumentasi; 3) tidak semua pengelola terlibat dalam perencanaan karena kepala bengkel dan Ketua UPJ hanya melibatkan wakil kepala sekolah dan bendahara sekolah hanya ketika ada pesanan dalam jumlah besar; 4) pengorganisasian belum cukup baik meskipun sudah mencakup pembagian tugas, pendelegasian tugas dan wewenang, serta koordinasi; 5) kendala dalam pengorganisasian yaitu personalia, sarana dan peralatan yang kurang serta koordinasi di antara pengelola; 6) langkah-langkah pelaksanaan memperlihatkan fungsi pelaksanaan yang diterapkan lebih menyerupai pelaksanaan proses produksi daripada fungsi manajemen unit produksi; 7) unit produksi belum berfungsi dengan baik sebagai sarana belajar karena keterlibatan siswa dalam kegiatan unit produksi sangat terbatas disebabkan harus bergantian dengan tukang yang dipekerjakan di unit produksi; 8) pelaksanaan terkendala bengkel yang sekaligus menjadi tempat praktik menjadikan unit produksi kurang efektif sebagai sebuah unit produksi yang profesional; 9) langkah dan prinsip pengawasan hanya diterapkan dalam hal pelaporan keuangan; 10) pihak yang melakukan pengawasan yaitu ketua UPJ Sekolah, ketua UPJ jurusan, dan kepala bengkel sesuai dengan bidang kerja masing-masing;11) pengawasan terkendala pada tidak adanya SOP ataupun standar tertentu.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: pengelolaan, unit produksi
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Kejuruan
Divisions: Program Pascasarjana > Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 09 Mar 2015 02:47
Last Modified: 09 May 2019 00:40
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/12498

Actions (login required)

View Item View Item