PERMAINAN HALMA DALAM PEMBELAJARAN KONSEP SEBAGAI UPAYA MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA KARYA MULIA SURABAYA

Dwikoranto, - (2009) PERMAINAN HALMA DALAM PEMBELAJARAN KONSEP SEBAGAI UPAYA MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA KARYA MULIA SURABAYA. Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA 2009. ISSN 978-979-96880-5-7

[img]
Preview
Text
082_Pend_Fis_Dwikoranto2.pdf

Download (210kB) | Preview

Abstract

Perhatian terhadap pendidikan anak tunarungu baik dari pihak pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun dari pihak masyarakat masih perlu ditingkatkan. Agar tidak terjadi diskriminasi yang besar, maka peneliti mencoba memberi inovasi baru dengan melakukan penerapan model pembelajaran konsep dengan metode permainnan halma pada pelajaran IPA. Tujuan penelitian ini adalah (1)mendiskripsikan keberhasilan pengelolaan kelas dalam memberikan materi fisika untuk siswa tuna rungu SMALB dengan menggunakan model pembelajaran konsep dengan metode permainan halma, (2)mendiskripsikan ketuntasan belajar siswa, (3)mendiskripsikan respon siswa tuna rungu SMALB terhadap materi fisika pada model pembelajaran konsep dengan metode permainan halma. Desain penelitian menggunakan PTK dengan 3 kali siklus. Sasaran penelitian sebanyak 11 siswa dalam satu kelas. Dari hasil penelitian didapat data sebagai berikut: Penilaian lembar pengamatan dalam tiap aspek pada pembelajaran konsep yaitu pada Aspek I (Pendahuluan) secara keseluruhan mendapat nilai rata-rata 3,06 termasuk katagori cukup baik, aspek II (Kegiatan Inti / pelaksanaan) nilai rata-ratanya adalah 3,12 termasuk dalam katagori cukup baik, aspek III (penutup) nilai rata-rata adalah 3,00 dengan katagori cukup baik, aspek IV (Pengelolaan Waktu) dengan nilai rata-rata 2,78 kategori cukup baik, aspek V (Pengamatan suasana Kelas) nilai rata-rata 3,28 dengan katagori cukup baik. Ketuntasan siswa selama proses belajar pada putaran I diperoleh nilai secara klasikal 55,6 % , Putaran II 77% , dan pada putaran III 79,0%. Dari angket respon pada putaran I, II, III diperoleh dukungan setuju bahwa model pembelajaran konsep dengan metode permainan halma dapat membantu meningkatan ketuntasan belajar khususnya pada anak tunarungu.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: permainan halma, pembelajaran konsep, kesulitan belajar, SMALB
Subjects: Prosiding > Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA 2009
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Fisika
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 04 Mar 2015 02:24
Last Modified: 04 Mar 2015 02:24
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/12370

Actions (login required)

View Item View Item