PENGARUH KONSENTRASI ZAT WARNA BASA TERHADAP KETUAAN DAN KETAHANAN WARNA PADA PENCELUPAN SERAT SABUT KELAPA

Dwi, Suheryanto and Tri, Haryanto (2009) PENGARUH KONSENTRASI ZAT WARNA BASA TERHADAP KETUAAN DAN KETAHANAN WARNA PADA PENCELUPAN SERAT SABUT KELAPA. Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA 2009. ISSN Haryanto

[img]
Preview
Text
2. Dwi Suheryanto dan Tri (9 - 18).pdf

Download (50kB) | Preview

Abstract

Serat sabut kelapa adalah serat (coir fibre) yang diperoleh dari buah kelapa yang termasuk golongan serat selulosa, dan diperoleh dari hasil samping dari industri kelapa dan diperkirakan 4-5 juta ton pertahun dapat dihasilkan. Pemanfaatannya sebagai bahan baku industri jok, tekstil kerajinan, seperti untuk matras, karpet, produk kerajinan, dan serat berkaret. Umumnya perhatian orang masih tertumpu kepada pemanfaatan daging kelapa sementara hasil samping (coconut by product) berupa serat sabut kelapa belum dimanfaat secara maksimal dan masih merupakan sumber daya potensial yang terbuang (waste potensial resource). Pemanfaatan hasil ikutan ini akan dapat memberikan nilai tambah yang cukup signifikan bagi negara berupa perolehan devisa, baik itu dikelola secara industri manufaktur maupun kerajinan rakyat. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kualitas bahan baku serat sabut kelapa melalui proses pencelupan (pewarnaan) sebagai bahan baku siap untuk industri. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat sabut kelapa yang telah diputihkan dengan H2O2 cara perendaman dingin selama 20 jam. Pencelupan menggunakan zat warna basa dengan variasi konsentrasi 2, 3, dan 4 g/l, waktu pencelupan, 60 menit, dengan suhu 85 oC. Dari hasil pengamatan menunjukan bahwa penurunan kekuatan tarik serat sabut kelapa setelah proses pemutihan cara dingin sebesar 5,60 %, dan setelah proses pencelupan dengan zat warna basa sebesar 7,14 %, setelah proses pencelupan dengan zat warna basa dari bahan yang telah diputihkan sebesar 1,63%, persentase penurunan kekuatan relatip kecil dibanding penurunan kekuatan tarik setelah proses pemutihan. Ketuaan warna pencelupan dengan konsentrasi 2 g/l menunjukan nilai 5 yang artinya lebih tua. Sedang untuk ketahanan luntur warna terhadap gosokan, untuk tahan gosok basah nilai 1-2, dan kering 3-4, terhadap sinar menunjukan nilai 3- 4; dan terhadap pencucian nilai 2.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: ketahanan warna, ketuaan warna ,serat sabut kelapa, tahan gosok, tahan cuci, zat warna basa
Subjects: Prosiding > Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA 2009
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Kimia
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 04 Mar 2015 02:24
Last Modified: 04 Mar 2015 02:24
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/12334

Actions (login required)

View Item View Item