VERIFIKASI MODEL ATMOSFER WILAYAH TERBATAS DALAM SIMULASI CURAH HUJAN

Didi, Satiadi and Nurzaman, Adikusumah (2009) VERIFIKASI MODEL ATMOSFER WILAYAH TERBATAS DALAM SIMULASI CURAH HUJAN. Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA 2009. ISSN 978-979-96880-5-7

[img]
Preview
Text
68_Fis_Didi _Satiadi.pdf

Download (505kB) | Preview

Abstract

Model numerik dinamika atmosfer memiliki dua fungsi penting, yaitu: (1) sebagai alat prediksi operasional cuaca dan iklim, dan (2) sebagai alat simulasi dalam kegiatan pendidikan maupun penelitian di bidang sains atmosfer dan meteorologi. Sebelum sebuah model atmosfer dapat digunakan sebagai alat prediksi ataupun simulasi, model tersebut harus terlebih dahulu diverifikasi dan divalidasi. Verifikasi dan validasi merupakan proses-proses untuk memastikan bahwa model tersebut merupakan replika yang cukup baik dapat diterima dari alam yang sesungguhnya. Curah hujan merupakan salah satu parameter cuaca dan iklim yang penting bagi berbagai sektor pembangunan. Dalam makalah ini, curah hujan konvektif hasil simulasi sebuah model atmosfer untuk wilayah terbatas telah dibandingkan dengan data pengamatan dari satelit dalam rangka verifikasi model tersebut terhadap data pengamatan. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah DARLAM, yang dibangun oleh the Division of Atmosperic Research, Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO), Australia. Model ini telah dikembangkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sehingga dapat berjalan di atas mesin komputer PC X86 Intel Processor 32 bit yang menjalankan sistem operasi Windows XP. Sedangkan data pengamatan diperoleh dari satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) yang dioperasikan oleh the National Agency for Space Administration (NASA), Amerika Serikat. Data yang dibandingkan adalah curah hujan konvektif rata-rata Bulan Januari s.d. Desember Tahun 2004. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa pola-pola distribusi curah hujan yang pergerakannya yang disimulasikan oleh model secara umum mengikuti pola-pola yang diperlihatkan oleh data pengamatan satelit, di mana pengaruh posisi matahari dan keberadaan benua Australia sangat mempengaruhi pola curah hujan di benua-maritim Indonesia. Namun apabila diperhatikan secara lebih detil, ada perbedaan-perbedaan yang terutama disebabkan oleh kondisi batas lateral. Dengan demikian, penentuan kondisi batas lateral sangat penting dalam melakukan simulasi model atmosfer di wilayah benua-maritim Indonesia.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Model Atmosfer, DARLAM, TRMM, hujan konvektif, validasi
Subjects: Prosiding > Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA 2009
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Fisika
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 04 Mar 2015 02:24
Last Modified: 04 Mar 2015 02:24
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/12315

Actions (login required)

View Item View Item