ANALISIS RAGAM OSILASI CURAH HUJAN DI PROBOLINGGO DAN MALANG

Juniarti, Visa (2009) ANALISIS RAGAM OSILASI CURAH HUJAN DI PROBOLINGGO DAN MALANG. Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA 2009. ISSN 978-979-96880-5-7

[img]
Preview
Text
63_Fis_Juniarti_Visa2.pdf

Download (248kB) | Preview

Abstract

Daerah Probolinggo (-7.980 LS; 113.210 BT) dan Malang (-7.980 LS; 112.60 BT) mempunyai pola curah hujan monsunal dengan dua puncak/maksimum yang terjadi pada awal dan akhir tahun. Berkaitan dengan pola curah hujan ini ada fenomena-fenomena atmosfer yang mempengaruhi karakteristik curah hujan seperti ISO (Intra Seasonal Oscillation), SAO (Semi Anual Osclilation), AO (Anual Ocsillation), TBO (Tropospheric Binual Ocsillation), QBO (Quasi Binual Ocsillation, ENSO (El-Nino Southern Oscillation). Oleh karena itu dalam penelitian ini dibahas pengaruh fenomena-fenomena tersebut diatas terhadap sifat dan karakteristik curah hujan di daerah Probolinggo dan Malang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan bulanan tahun 1951-2005 yang diperoleh dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika). Dengan menggunakan software WWZ (the Weighted Wavelet Z-transform) yang di kembangkan oleh AAVSO (American Assosiation of Variable Star Observation) di gunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh gambaran spektra periodesitas curah hujan. Dari hasil pengolahan data, menunjukkan bahwa dalam rentang waktu pengamatan selama 55 tahun (1951-2005) di Probolinggo diperoleh fenomena ENSO terjadi sebanyak 3 kali, TBO sebanyak 3 kali, AO 5 kali, SAO 3 kali dan ISO 3 kali. Jadi yang banyak mempengaruhi curah hujan di Probolinggo adalah fenomena osilasi tahunan (AO: Anual Oscillation) Sedangkan di Malang fenomena ENSO terjadi sebayak 2 kali, TBO 3 kali, AO sebanyak 5 kali, SAO 4 kali dan ISO terjadi sebanyak 8 kali. Jadi terlihat untuk daerah Malang curah hujan lebih banyak dipengaruhi oleh fenomena osilasi submusiman (ISO: Intra Seasonal Oscillation, yang dikenal juga sebagai MJO : Madden Julian Oscillation) yang berosilasi anata 20 sampai 90 hari , dimana perioda yang paling sering muncul adalah sekitar 45 hari.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: WWZ, ISO, AO, TBO, QBO dan ENSO.
Subjects: Prosiding > Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA 2009
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Fisika
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 04 Mar 2015 02:24
Last Modified: 04 Mar 2015 02:24
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/12304

Actions (login required)

View Item View Item