KARAKTERISTIK PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MEMPELAJARI MATEMATIKA BERBASIS TIPE KEPRIBADIAN

M.J. Dewiyani, S (2009) KARAKTERISTIK PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MEMPELAJARI MATEMATIKA BERBASIS TIPE KEPRIBADIAN. Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA 2009. ISSN 978-979-96880-5-7

[img]
Preview
Text
M_Pend_24_Dwiyani.pdf

Download (94kB) | Preview

Abstract

Selama ini, matematika selalu dianggap mata pelajaran yang sulit bagi sebagian besar siswa dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah. Padahal, matematika merupakan mata pelajaran yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pemecahan masalah (problem solving). Pemecahan masalah bermanfaat dan dekat dengan kehidupan, dengan kata lain mengakomodasi pengertian “matematika adalah untuk hidup” bukan “hidup untuk matematika”. Dengan mempelajari pemecahan masalah matematika, diharapkan siswa mempunyai kemampuan yang lebih dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya kelak. Kesulitan siswa untuk mempelajari matematika dikarenakan materi yang dipelajari sering dirasa abstrak. Untuk mengatasinya, perlu dilakukan berbagai macam upaya diantaranya dengan memberikan metode mengajar yang sesuai bagi siswa. Hudojo (1988) menyatakan, metode mengajar ialah suatu cara atau teknik mengajar yang disusun secara sistematik dan logik ditinjau dari segi hakekat materi dan segi psikologiknya. Metode mengajar ditinjau dari segi psikologik erat hubungannya dengan jawaban pertanyaan ’kepada siapa’ materi tersebut akan diajarkan. Metode yang tidak sesuai dengan siswa tidak akan dapat dicerna oleh siswa, sehingga menimbulkan frustasi bagi siswa dalam mempelajari suatu materi. Seperti kita ketahui, setiap orang mempunyai karakter yang berbeda-beda, sehingga proses berpikirnyapun juga tergantung dari karakter masing-masing. Bisa terjadi seseorang dapat belajar dengan suatu cara tertentu, dan yang lainnya dengan cara yang berbeda. Menyadari hal itu, akan sangat membantu jika pengajar mengetahui karakteristik proses berpikir masing-masing siswa yang digolongkan berdasar tipe kepribadiannya. Keirsey menggolongkan tipe kepribadian seseorang ke dalam 4 tipe, yaitu tipe Guardian, Artisan, Rational dan Idealis. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik proses berpikir siswa, sesuai dengan tipe kepribadian masing-masing. Proses berpikir diperoleh dengan menggunakan metode penelitian kualitatif eksploratif, di mana data diperoleh dari hasil wawancara mendalam (indepth interview) dan Think Aloud terhadap siswa dengan tipe kepribadian tertentu dalam menyelesaikan masalah matematika. Hasil penelitian menunjukkan siswa dengan tipe Idealist, cenderung dapat melihat suatu masalah dengan sudut pandang yang luas, tipe Rational, sangat kaya akan imaginasi, serta bekerja berdasar daya nalar yang tinggi, tipe Artisan, merupakan siswa yang tidak mudah menyerah, tipe Guardian, merupakan siswa yang selalu ingin mengetahui kegunaan dari suatu materi maupun suatu soal.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Matematika, Profil Proses Berpikir, Penggolongan tipe Kepribadian.
Subjects: Prosiding > Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA 2009
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Matematika
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 04 Mar 2015 02:24
Last Modified: 04 Mar 2015 02:24
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/12295

Actions (login required)

View Item View Item