KELEMAHAN PADA PEMBELAJARAN MELUKIS SUDUT DAN CARA MENGATASINYA PADA IMPLEMENTASI LESSON STUDY DI SMPN 9 SURABAYA

Kusrini, - (2009) KELEMAHAN PADA PEMBELAJARAN MELUKIS SUDUT DAN CARA MENGATASINYA PADA IMPLEMENTASI LESSON STUDY DI SMPN 9 SURABAYA. Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA 2009. ISSN 978-979-96880-5-7

[img] Text
M_Pend_18_Kartiko Isnandar Slamet.pdf

Download (45kB)

Abstract

Melukis sudut merupakan materi pembelajaran di SMP, yang pembelajarannya tidak mudah, karena selain siswa harus menguasai langkah-langkah melukisnya, siswa juga harus terampil menyiapkan dan menggunakan alat-alat melukis. SMPN 9 Surabaya, pada tahun 2009 semester 2 mengimplementasikan lesson study untuk mata pelajaran matematika dan IPA. Untuk mata pelajaran matematika, dilakukan 3 kali pertemuan, dan pada pertemuan ke 2 materi pembelajarannya adalah melukis sudut yang besarnya diketahui. Dalam KTSP di SMPN 9 Surabaya, materi melukis diajarkan di kelas 7 semester 2, yang diawali dengan melukis sudut yang besarnya diketahui. Metode yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah demonstrasi, tanya jawab, kerja kelompok, dan pemberian tugas. Kelemahan pembelajaran yang teramati ada pada cara guru menyajikan materi pembelajaran dan perilaku siswa pada waktu pembelajaran. Beberapa perilaku siswa yang kurang sesuai dengan pembelajaran dan teramati adalah: kesulitan cara memegang dan menggunakan jangka, jangka tidak pada posisi yang benar, ada siswa yang merekayasa hasil lukisan, banyak siswa yang tidak melaksanakan kerja kelompok ( banyak yang kerja individual), dan pada waktu guru memberi tugas menulis langkah-langkah melukis, beberapa siswa mengutip langkah-langkah melukis dari buku teks. Adapun kelemahan pada cara guru menyajikan materi adalah, guru memberikan contoh dengan menggambar di papan tulis tanpa menulis langkah-langkahnya, tetapi saat siswa diminta mengerjakan soal mereka diminta menulis langkah-langkahnya. Selain itu, dengan rancangan metode pembelajaran kerja kelompok tampak pelaksanaan pembelajarannya kurang sesuai, karena materi melukis lebih cocok tidak dengan kelompok, tetapi dengan individual. Saran pada guru untuk mengatasi kelemahan dalam membelajarkan melukis sudut yang besarnya diketahui adalah, guru sebaiknya tidak menggunakan metode kerja kelompok, tidak hanya membelajarkan cara melukis saja, tetapi juga menuliskan langkah-langkah melukis di papan tulis, membelajarkan cara menyiapkan alat-alat melukis dan ketrampilan menggunakan alat-alat melukis.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Melukis, alat-alat melukis, pembelajaran
Subjects: Prosiding > Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA 2009
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Matematika
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 04 Mar 2015 02:24
Last Modified: 04 Mar 2015 02:24
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/12281

Actions (login required)

View Item View Item