Simulasi Terapi Termal Menggunakan Radio Frequency Ablation Pada Tumor Hati Berdasarkan Solusi Numerik Persamaan Kalor- Bio

Husneni, M and Suprijanto, - and Farida, I.Muchtadi (2009) Simulasi Terapi Termal Menggunakan Radio Frequency Ablation Pada Tumor Hati Berdasarkan Solusi Numerik Persamaan Kalor- Bio. Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA 2009. ISSN 978-979-96880-5-7

[img]
Preview
Text
17_Fis_Husneni.pdf

Download (224kB) | Preview

Abstract

Radio Frequency Ablation (RFA) merupakan teknik non-bedah dengan kerusakan yang minimal pada jaringan normal, mekanismenya seperti rangkaian listrik lup-tertutup. Jika resistansi listrik jaringan lebih tinggi daripada elektroda probe, maka akan terjadi agitasi ion dalam jaringan karena aliran tegangan AC berfrekuensi gelombang radio (460-550) kHz, kemudian ion-ion tersebut dengan segera mengelilingi elektroda. Agitasi ion ini menciptakan friksi dalam tubuh dan menghasilkan panas sehingga sel-sel tumor mengalami necrosis pada rentang temperatur (50–100)oC. Sebelum melakukan terapi, terdapat dua langkah yang harus dilakukan, pertama deteksi ukuran dan lokasi tumor, kedua adalah perencanaan terapi melalui simulasi. Simulasi ini sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya ablasi jaringan normal yang berdekatan dengan jaringan tumor akibat daya dan waktu ablasi yang berlebihan, atau jaringan tumor tidak semuanya terablasi sehingga harus dilakukan ablasi yang berulang-ulang. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemodelan untuk mengamati profil temperatur pada jaringan dengan variasi daya, ukuran probe dan waktu ablasi. Semua variabel dan parameter pada mekanisme RFA dikarakterisasi dan dimodelkan dalam persamaan kalor-bio dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH). Hasil penelitian yang diperoleh adalah: untuk variasi probe jarum yang dipengaruhi faktor perfusi pada tegangan yang sama, hasil luas jaringan yang terablasi cenderung menurun sekitar 2% - 8% tiap pertambahan 1cm panjang bagian konduksi probe jarum, sedangkan tinggi jaringan yang terablasi cenderung naik sekitar 100% - 107% tiap pertambahan 1cm panjang bagian konduksi probe jarum. Perbandingan hasil luas jaringan yang terablasi pada tegangan dan waktu yang sama untuk probe jarum berdasarkan ada dan tidak adanya pengaruh faktor perfusi darah adalah sekitar 1:2.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: RFA, tumor hati, teknik percutaneous minimally invasive, terapi termal, persamaan Kalor-Bio
Subjects: Prosiding > Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA 2009
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Fisika
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 03 Mar 2015 02:55
Last Modified: 03 Mar 2015 02:55
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/12193

Actions (login required)

View Item View Item