PENCEMARAN OLEH ESTRADIOL-17β DI SUNGAI BRANTAS DAPAT MENIMBULKAN FEMINISASI ORGANISME PERAIRAN

Istamar, Istamar (2006) PENCEMARAN OLEH ESTRADIOL-17β DI SUNGAI BRANTAS DAPAT MENIMBULKAN FEMINISASI ORGANISME PERAIRAN. Seminar Nasional MIPA 2006: Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA serta Peranannya dalam Peningkatan Keprofesionalan Pendidik dan Tenaga Kependidikan. ISSN 979-99314-1-X

[img]
Preview
Text
Makalah 1 Istamar.S. Bio.Univ.N.Malang.pdf

Download (177kB) | Preview
Official URL: http://fmipa.uny.ac.id

Abstract

Sungai Brantas di Jawa Timur merupakan sungai yang mendapatkan limbah rumah tangga dan pertanian di sepanjang alirannya. Limbah cair tersebut banyak mengandung estradiol-17β yang berasal dari urine dan feses, baik dari hewan ternak seperti kerbau, sapi, dan kambing, maupun dari manusia. Patut diduga bahwa kandungan estradiol-17β di sungai Brantas cukup tinggi. Etradiol-17β merupakan hormon yang biasa dihasilkan oleh hewan betina dan manusia, yang dapat menimbulkan tanda-tanda kelamin sekunder. Pada hewan jantan, estradiol-17β dapat menimbulkan feminisasi pada hewan vertebrata jantan, berpengaruh ne- gatif terhadap perkembangan organ reproduksi mamalia, burung, reptil, amfibi, ikan dan di duga dapat menurunkan kemampuan reproduksi pada manusia (Roy, 1995, Stancel, et al., 1995, Horowitzs, et al., 2000, Cody, 2001, dan Tabata, et al, 2001). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa kadar estradiol-17β di dalam air sungai Brantas. Selanjutnya perlu dibuktikan apakah kadar estradiol-17β sungai Brantas telah dapat menimbulkan femisasi atau tidak. Untuk itu digunakan ikan nila Oreochromis ni- loticus sebagai hewan uji. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap. Tahap I: mengukur konsentrasi estradiol-17β di sungai Brantas. Tahap II eksperimen merendam larva ikan nila umur 1 minggu dalam larutan estradiol-17β (Tabata, et al, 2001, Horowitzs, et al, 2000) diamati pada umur 4 bulan. Tahap III eksperimen tentang ikan nila umur 4 bulan hing- ga 7 bulan dengan teknik yang sama dengan Tahap II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi estradiol-17β di daerah Batu (hulu) adalah 85,833 ± 35,932 ng/l, Tulungagung (tengah) 112,500 ± 55,077 ng/l, dan Surabaya (hilir) 117,500 ± 36,393 ng/l, atau berkisar antara 42 – 220 ng/l. Konsentrasi ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan konsentrasi estradiol-17β di sungai-sungai Eropa yang berkisar an- tara 0,1 – 88 ng/l. Hasil eksperimen menunjukkan: 1) Estradiol-17β konsentrasi sungai Brantas (100 ng/l) dapat mengakibatkan feminisasi ikan nila (O. niloticus) pada pengamatan umur 7 bulan; 2) Estradiol-17β berpengaruh signifikan (p≤0,05) terhadap pertumbuhan ikan nila (O. niloti- cus) (panjang, lebar berat); ikan jantan lebih peka daripada ikan betina. 3) menurunkan per- tumbuhan gonad jantan dan be-tina (berat gonad, viabilitas sperma dan jumlah telur). Kata kunci: Estradiol-17β, senyawa estrogenik, Oreochromis niloticus, feminisasi, Brantas.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Estradiol-17β, senyawa estrogenik, Oreochromis niloticus, feminisasi, Brantas
Subjects: Prosiding > Seminar Nasional MIPA 2006
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Biologi
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 03 Feb 2015 00:41
Last Modified: 03 Feb 2015 00:41
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/11944

Actions (login required)

View Item View Item