DAMPAK HUJAN ASAM PADA EKOSISTEM PERAIRAN

W., Eko Cahyono (2005) DAMPAK HUJAN ASAM PADA EKOSISTEM PERAIRAN. Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan & Penerapan MIPA 2005. ISSN 979-96880-4-3

[img]
Preview
Text
25_Dampak Hujan Asam Pada Ekosistem Perairan (W. Eko Cahyono).pdf

Download (81kB) | Preview
Official URL: http://fmipa.uny.ac.id

Abstract

Dua sumber utama dari hujan asam adalah sulfur dioksida ( SO2) dan nitrogen oksida ( NOx). Berbagai proses industri, seperti produksi besi, baja dan pemrosesan minyak mentah yang menghasilkan gas ini. Sulfur dioksida dapat juga dipancarkan ke dalam atmosfer oleh bencana alam. Dalam hal ini sepuluh persen dari seluruh emisi sulfur dioksida datang dari gunung berapi, percikan laut, plankton, dan pembusukkan tumbuh-tumbuhan. Keseluruhan, 69.4 persen sulfur dioksida diproduksi oleh pembakaran industri, hanya 3.7 persen adalah disebabkan oleh transportasi. Efek ekologis dari hujan asam adalah dengan jelas banyak terlihat di akuatik atau air, lingkungan, seperti sungai kecil, danau, dan rawa. Hujan asam mengalir ke sungai kecil, danau, dan rawa setelah menimpa hutan, ladang, bangunan, dan jalan. Hujan asam juga jatuh secara langsung pada habitat perairan. Danau dan sungai kecil menjadi asam ( pH nilai turun) ketika air didalamnya dan tanah di sekitarnya tidak bisa menahan untuk menetralkan hujan asam secara cukup. Di dalam area yang kapasitas penahannya rendah, hujan asam juga melepaskan aluminum dari tanah ke dalam danau dan sungai kecil; aluminum adalah sangat beracun bagi banyak jenis organisme perairan.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: hujan asam, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ekosistem perairan
Subjects: Prosiding > Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA 2005
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Kimia
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 20 Jan 2015 07:18
Last Modified: 20 Jan 2015 07:18
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/11727

Actions (login required)

View Item View Item