PENGARUH METODE PENYARIAN TERHADAP PERBEDAAN HASIL ANALISIS KADAR TANIN DALAM DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) SECARA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK

Marini, - and Any, Guntarti and Kintoko, - (2005) PENGARUH METODE PENYARIAN TERHADAP PERBEDAAN HASIL ANALISIS KADAR TANIN DALAM DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) SECARA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK. Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan & Penerapan MIPA 2005. ISSN 979-96880-4-3

[img]
Preview
Text
14_Pengaruh Penambahan Kurkumin.....(Indah Sukma Hadiyanti, Tedjo Yuwono & Nining Sugihartini).pdf

Download (39kB) | Preview
Official URL: http://fmipa.uny.ac.id

Abstract

Indonesia kaya dengan aneka ragam tanaman obat, salah satu diantaranya adalah daun jambu biji. Berdasarkan pengalaman, daun jambu biji sudah dikenal luas oleh masyarakat untuk mengobati diare. Kandungan zat bioaktif yang bertanggung jawab terhadap efek antidiarenya adalah senyawa tanin yang disebut Psiditanin. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode penyarian terhadap kadar tanin tersari dalam daun jambu biji secara spektrofotometri sinar tampak. Metode penyarian yang digunakan adalah maserasi, perkolasi, dan Soxhlet dengan cairan penyari etanol 95%. Identifikasi terhadap tanin dilakukan menggunakan gelatin P, HCl P, FeCl 3 LP dan H2SO4 serta kromatografi lapis tipis dengan fase diam silika gel G dan fase gerak toluena : n-butanol : asam asetat : air (1 : 3 : 1 : 5) dengan pembanding asam tanat. Sedangkan penetapan kadar tanin tersari dilakukan menggunakan spektrofotometri sinar tampak pada panjang gelombang maksimal 729, 40 nm dan waktu operasi antara 1860-2820 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam daun jambu biji terdapat tanin. Hal ini didasarkan pada terbentuknya endapan putih dengan gelatin P, warna kuning kehijauan dengan HCl P, warna hitam kebiruan dengan FeCl3 LP, dan endapan dengan H2SO4. Hasil KLT-nya menunjukkan harga hRf dan warna bercak yang relatif sama antara sampel dengan pembanding. Penetapan kadar tanin secara spektrofotometri sinar tampak diperoleh hasil : kadar tanin dengan metode maserasi = 1,0378 ± 0,0318% b/b, metode perkolasi = 1,3033 ± 0,0163% b/b, dan metode Soxhlet = 2,2609 ± 0,0878% b/b. Setelah dianalisis dengan uji varian satu jalan menunjukkan perbedaan bermakna sehingga dilanjutkan dengan uji t. Hasil uji t menunjukkan perbedaan bermakna Dengan demikian dapat disimpulkan adanya pengaruh metode penyarian terhadap kadar tanin tersari dalam daun jambu biji dengan metode Soxhlet yang paling tinggi.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Metode penyarian, Tanin, Psidium guajava, Spektrofotometri sinar tampak
Subjects: Prosiding > Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA 2005
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Fisika
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 20 Jan 2015 07:17
Last Modified: 20 Jan 2015 07:17
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/11720

Actions (login required)

View Item View Item