DESIMINASI PERANGKAT PEMBELAJARAN SAINS (FISIKA) SMU DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK OPTIMALISASI PENGEMBANGAN LIFE SKILL

Insih, Wilujeng and Rahayu Dwisiwi, SR (2005) DESIMINASI PERANGKAT PEMBELAJARAN SAINS (FISIKA) SMU DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK OPTIMALISASI PENGEMBANGAN LIFE SKILL. Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan & Penerapan MIPA 2005. ISSN 979-96880-4-3

[img]
Preview
Text
16. Desiminasi Perangkat Pembelajaran ... (Insih & Rahayu).pdf

Download (77kB) | Preview
Official URL: http://fmipa.uny.ac.id

Abstract

Tujuan umum dari penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran Sains (Fisika) SMU yang menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning untuk Optimalisasi Life Skill Siswa. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah mengetahui pengelolaan pembelajaran oleh guru degan menggunakan pendekatan CTL, mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan pendekatan CTL, dan mengetahui prestasi siswa melalui hasil penilaian yang sebenarnya (authentic assesment). Adapun metode penelitian yang kami gunakan adalah penelitian pengembangan (development research) dengan model 4-D (Four-D Models), yaitu tahap Define, tahap Design, tahap Develop dan taham Disseminate. Berdasar hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat yang berhasil dikembangkan meliputi Rencana Pembelajaran (Skenario Pembelajaran), Lembar Kerja/Kegiatan Siswa, Tes Evaluasi Kognitif (Produk), Tes Evaluasi Psikomotorik , Tes Kinerja (Perbuatan). Pengelolaan pembelajaran guru yang masih mendapat skor kurang adalah aspek pengelolaan waktu (2,4) dan teknik bertanya guru (2,25). Aktivitas siswa sudah sesuai dengan pendekatan pembelajaran, karena persentase yang dominan dari aktivitas siswa adalah bekerja dengan alat (43,93%) dan dan berdiskusi (24,23% dan 7,13%). Evaluasi kognitif siswa rata-rata sudah dikatakan tuntas, namun ada beberapa soal yang belum tuntas (3 soal), yaitu ranah penerapan, ranah analisis, dan sintesis.. Tes psikomotorik ada peningkatan antara uji awal dan uji akhir. Untuk keterampilan menggunakan Amperemeter dan Voltmeter skor yang masih lemah pada siswa adalah indikator memasang alat ukur dalam rangkaian dan membaca penunjukkan skala sesudah alat ukur dirangkai. Life skil terutama acaademic skill yang muncul pada setiap kegiatan eksperimen tidak sama, namun dari skor setiap kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kinerja siswa dilihat dari rata-rata skor. Untuk life skill yang masih lemah antara lain merangkai alat eksperimen mengukur (tegangan dan kuat arus), dan penerapan. Angket respon siswa menunjukkan bahwa siswa ssenang dengan pendekatan pembelajaran, senang dengan perangkat. Rasa senang siswa dapat ditunjukkan dari alasan yang dikemukan, meliputi: bisa lebih mudah memahami karena mencoba eksperimen secara langsung, banyak mendapatkan kesempatan belajar, bisa menggunakan alat ukur, dan siswa lebih aktif.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Perangkat pembelajaran, CTL dan Life Skill
Subjects: Prosiding > Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA 2005
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Fisika > Pendidikan Fisika
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 20 Jan 2015 07:17
Last Modified: 20 Jan 2015 07:17
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/11700

Actions (login required)

View Item View Item