Implementasi Manajemen Budaya Kerja di SMA Negeri 2 Merauke, SMA Negeri 3 Merauke, dan SMA Negeri I Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua

Yolentha, Yolentha (2013) Implementasi Manajemen Budaya Kerja di SMA Negeri 2 Merauke, SMA Negeri 3 Merauke, dan SMA Negeri I Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-yolentha-10703251005.swf

Download (21B)

Abstract

Dengan dilandasi oleh kondisi implementasi budaya kerja sekolah yang relatif rendah, penelitian ini bertujuan mengungkapkan: (1) perencanaan pada implementasi manajemen budaya kerja di SMA Negeri 2 Merauke, SMA Negeri 3 Merauke, dan SMA Negeri I Kurik, Kab. Merauke; (2) mendeskripsikan implementasi nilai-nilai budaya kerja yang dilaksanakan; dan (3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat budaya kerja sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif naturalistik. Subjek penelitian terdiri dari: kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kesiswaan, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, dan guru SMA Negeri 2, SMA Negeri 3 Merauke, dan SMA Negeri I Kurik, Kab. Merauke, Provinsi Papua. Pengumpulan data dilakukan melalui: (1) wawancara mendalam, (2) pengamatan, dan (3) analisis dokumen. Kredibilitas data diperoleh dengan cara: (1) memperpanjang waktu penelitian, trianggulasi, dan klarifikasi hasil penelitian kepada subjek penelitian. Analisis data dilakukan dengan cara: (1) mereduksi data, (2) menampilkan data, dan (3) memperifikasi untuk membuat kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Implementasi manajemen budaya kerja menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Tahap awal dalam perencanaan budaya kerja adalah melakukan analisis aturan kerja yang belum berhasil dilaksanakan dengan mengidentifikasi kesenjangan perencanaan. Pengelolaan sekolah diawali dengan perencanaan melalui rapat bersama yang melibatkan semua komponen sekolah untuk menentukan aturan sekolah. (2) Nilai budaya kerja yang diterapkan meliputi: budaya disiplin, iklim kerja kondusif, cinta lingkungan hidup, bersih, senyum, sapa, dan salam (3S), iman dan akhlak, membaca, berprestasi, bebas asap rokok, bebas narkoba, musyawarah mencapai mufakat, dan malu. (3) Faktor pendukung manajemen budaya kerja adalah: (a) kepala sekolah yang mampu melihat kendala yang dihadapi sekolah, (b) sekolah yang mampu menciptakan iklim kerja kondusif guru, (c) kepala sekolah yang moderat dan terbuka, (d) dukungan tenaga guru, (e) pemahaman pentingnya pengembangan budaya kerja dan (f) dikembangkannya budaya disiplin, dan pembinaan iman dan akhlak. Faktor penghambatnya adalah: (a) kurangnya kepedulian guru untuk pendampingan pada siswa, (b) ketidak-samaan mind-set guru dan staf, (c) kesulitan siswa mengikuti arahan guru, (d) kurangnya evaluasi efektif terhadap pelaksanaan budaya kerja, (e) kurangnya buku referensi, (f) kurang/belum adanya cara yang tepat untuk pembentukan karakter siswa putra daerah,(g) kurangnya peningkatan SDM sekolah, dan (h) kurangnya dukungan dinas terkait untuk melaksanakan ketertiban, dan kedisiplinan siswa.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: manajemen, budaya kerja
Subjects: Pendidikan > Administrasi Pendidikan
Divisions: Sekolah Pascasarjana (SPS) > Program Pascasarjana > Manajemen Pendidikan
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 19 May 2014 01:06
Last Modified: 08 May 2019 15:17
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/11119

Actions (login required)

View Item View Item