MODEL PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILLS) BERBASIS MASYARAKAT PEDESAAN SEBAGAI USAHA PENGENTASAN KEMISKINAN DI WILAYAH KABUPATEN KULON PROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Husaini Usman, M. Pd (2007) MODEL PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILLS) BERBASIS MASYARAKAT PEDESAAN SEBAGAI USAHA PENGENTASAN KEMISKINAN DI WILAYAH KABUPATEN KULON PROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. UNSPECIFIED.

[img]
Preview
Text
Husaini_Usman.pdf1.pdf

Download (11Kb) | Preview

Abstract

Kualitas hasil lembaga pendidikan formal khususnya yang ada di wilayah pedesaan terpencil, berbagai indikator menunjukkan mutunya belum dapat meningkat secara signifikan. Berangkat dari masalah tersebut muncul keluhan bahwa lulusan lembaga pendidikan yang memasuki dunia kerja belum memiliki kesiapan kerja yang baik. Melihat kenyataan di lapangan tersebut, maka pemelitian ini menawarkan suatu model PKH bagi APKSM agar dapat hidup mandiri sesuai dengan bekal keterampilan yang diikutinya. Loksi penelitian sebagai tempat uji coba model yang ditawarkan yaitu Desa Ngentakrejo dan Tuksono yang keduanya merupakan wilayah Kabupaten Kulon Progo. Metode penelitian ini pada tahun pertama (2006) menggunakan pendekatan penelitian survei yang didukung dengan metode pengumpulan data melalui peneybaran angket, interview, dan observasi lapangan. Sedangkan penelitian tahun kedua (2007), menggunakan pendekatan penelitian tindakan (action research) dan evaluasi yang didukung dengan metode pengumpulan data melalui eksperimen di lapangan, demonstrasi/pemberian tugas, observasi, dan interview. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) empat komponen model PKH yang dikembangkan dalam penelitian ini (komponen pengorganisasian, pendanaan, program aksi model PKH, serta evaluasi dan tindak lanjut) telah dijalankan oleh masyarakat yang dimotori Tim Kader Penggerak dan Pelaksana Program PKH, (2) komponen pengorganisasian model program PKH yang ditawarkan secara umum dapat berjalan dengan baik, (3) pengembangan pendanaan untuk menunjang program PKH di kedua desa pada umumnya telah dapat berjalan, dan (4) efektivitas pengembangan partisipasi PKH untuk kemandirian para APSKM yang dilakukan oleh masyarakat secara kuantitatif dan kualitatif menggambarkan hasil yang sangat positif. Hasil penelitian ini baru merupakan titik awal untuk usaha pemberdayaan masyarakat khususnya para APSKM di pedesaan. Oleh karena itu, masih perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan peningkatan keterampilan (skills) dengan cara mengembangkan jenis usaha yang relevan dengan program pelatihan PKH yang telah diikuti. Kata kunci: PKH, masyarakat pedesaan, dan pengentasan kemiskinan. FT, 2007 (PEND. TEK. SIPIL & PERENCANAAN)

Item Type: Other
Subjects: Teknik & Teknologi > Teknik Sipil dan Perencanaan
Divisions: Fakultas Teknik > Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan > S1 Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan
Depositing User: lembaga penelitian
Date Deposited: 27 Jun 2012 02:30
Last Modified: 27 Jun 2012 02:30
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/1050

Actions (login required)

View Item View Item