SENI BANGUN DAN TATA RUANG SEKOLAH ISLAM BERWAWASAN INTERNASIONAL BINA ANAK SHOLEH DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU GIWANGAN YOGYAKARTA

SULASTRI, SULASTRI (2012) SENI BANGUN DAN TATA RUANG SEKOLAH ISLAM BERWAWASAN INTERNASIONAL BINA ANAK SHOLEH DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU GIWANGAN YOGYAKARTA. S1 thesis, UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
1-07206244028.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1-07206244028.pdf

Download (36kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 2-07206244028.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 5-07206244028.pdf

Download (40kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LAMPIRAN-07206244028.pdf

Download (14MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan latar belakang perancangan bangunan, seni bangun dan tata ruang, perwujudan interior, serta mengetahui tanggapan guru dan siswa terhadap arsitektur dan interior SDIT BIAS Giwangan Yogyakarta terkait dengan kenyamanan dalam proses belajar mengajar. Subjek dalam penelitian ini adalah SDIT BIAS, sedangkan obyek penelitiannya bangunan, tata letak dan tata ruang SDIT BIAS. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi serta kuesioner (Angket). Peneliti dalam penelitian ini berfungsi sebagai instrument utama. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pendirian bangunan SDIT BIAS bertujuan untuk menciptakan sekolah yang unik, dengan menggunakan seni bangun yang berkonsep Islami. Konsep Islami dalam seni bangun SDIT BIAS tampak dari tata letak, tata ruang, dan pengolahan kelas yang berbeda dari sekolah pada umumnya. Perwujudan tata letak dengan konsep Islami ditunjukkan dengan penempatan perpustakaan di depan pintu masuk utama yang mengisyaratkan warga sekolah agar mengawali kegiatan dengan membaca. Hal ini sesuai dengan ayat pertama yang diturunkan oleh Allah SWT yaitu iqro’ yang berarti bacalah. Perwujudan tata ruang di SDIT BIAS tampak dari gaya penataan kelas yang bermacam-macam antara lain gaya tradisional, formasi huruf U dan formasi gaya auditorium, di mana ada beberapa kelas yang dijadikan dua kelompok pembelajaran kecil. Perwujudan interior di SDIT BIAS menggunakan bambu sebagai unsur utama dengan beberapa unsur pendukung. Perabot SDIT BIAS berupa meja kursi guru, meja kursi siswa, papan tulis, rak tas, meja tempat menaruh minuman, rak menaruh peralatan makan, almari penyimpan alat ibadah, almari file dan kotak P3K. Perabot yang sesuai dengan standar ISO adalah meja kelas 1 dan 2, rak tas siswa, rak koperasi dan kotak P3K. Perabot yang tidak sesuai adalah kursi kelas 1, meja dan kursi kelas 3, 4, 5, 6, papan tulis dan rak peralatan makan. Sirkulasi setiap ruang kelas baik dalam artian tidak begitu padat. Zona yang ada di SDIT BIAS antara lain : zona publik, zona semi publik, zona prifat dan zona servis. Tata kondisi ruang dilihat dari aspek pencahayaan yaitu menggunakan pencahayaan alami dan buatan, penghawaan menggunakan penghawaan alami dan buatan, dan akustik SDIT BIAS tidak baik. Organisasi ruang yang digunakan adalah organisasi linear. Secara umum tanggapan guru terhadap seni bangun dan tata ruang SDIT BIAS termasuk dalam kategori baik, dan tanggapan siswa SDIT BIAS setuju terhadap seni bangun dan tata ruang BIAS dari bahan bambu terkait dengan kenyamanan proses belajar mengajar. Kata kunci : arsitektur, interior, SDIT BIAS

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: arsitektur, interior, SDIT BIAS
Subjects: Seni dan Budaya > Seni Rupa
Perpustakaan
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Rupa
Perpustakaan
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 06 Dec 2012 02:13
Last Modified: 29 Jan 2019 17:37
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/8496

Actions (login required)

View Item View Item