PENGARUH DEEP TISSUE MASSAGE TERHADAP GEJALA NYERI DAN GANGGUAN FUNGSI PADA KASUS DELAYET ONSET MUSCLE SORENESS TUNGKAI BAWAH

Hernawan, Rakha Fairuzy (2021) PENGARUH DEEP TISSUE MASSAGE TERHADAP GEJALA NYERI DAN GANGGUAN FUNGSI PADA KASUS DELAYET ONSET MUSCLE SORENESS TUNGKAI BAWAH. S1 thesis, Fakultas Ilmu Keolahragaan.

[img]
Preview
Text
fulltext_rakha fairuzy hernawan_17603144021.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pravelensi delayed onset of muscle soreness (DOMS) yang tinggi terutama pada aktivitas intensitas tinggi yang bentuknya tidak familiar pada seseorang. Masase merupakan cara yang cukup efektif untuk menangani ketegangan otot yang merupakan salah satu gejala DOMS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek Deep Tissue Massage (DTM) terhadap gejala nyeri dan fungsi pada DOMS tungkai bawah pada mahasiswa non atlet DIY. Penelitian ini merupakan penelitian experiment dengan Two Groups (Control-Treatment) Pretest-Posttest Design pada 30 mahasiswa non atlet. Tungkai kanan pada tiap subjek dikelompokan menjadi tungkai pada kelompok perlakuan, sedangkan tungkai kiri dikelompokkan menjadi kelompok kontrol. Pada hari pertama penelitian semua subjek diberi latihan itenitas tinggi yang bertujuan untuk mencetuskan DOMS tungkai bawah. Pada hari kedua dilakukan pengukuran pretest nyeri dan fungsi tungkai dilanjutkan pemberian treatment Deep Tissue Massage selama 20 menit dan diakhiri dengan pengukuran post test nyeri dan fungsi tungkai. Nyeri diukur dengan menggunakan VAS (Visual Anale Scale) sedangkan fungsi tungkai menggunakan adaptasi dari skala LEFS (Lower Extremity anale Scale). Teknik analisis data yang dilakukan menggunakan analisis Uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk membandingkan nyeri dan fungsi tungkai pretest dan posttest serta membandingkan pretest dan posttest antara tungkai kiri dan kanan karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nyeri pada kelompok perlakuan dari 2,71±1,08 menurun menjadi 2,09±0,97 (p=0,000), sedangkan pada kelompok kontrol dari 2,62±1,44 menurun menjadi 2,45±1,34 (p= 0,025). Penurunan nyeri pada saat post test lebih banyak terjadi pada kelompok perlakuan (p=0,006). Fungsi gerak pada kelompok perlakuan dari 15,40±2,83 menjadi 16,87±1,89 (p= 0,000), sedangkan pada kelompok kontrol dari 15,40±2,94 menjadi 15,500±3,00 (p= 0,317). Perbaikan fungsi terjadi lebih banyak pada kelompok perlakuan (p= 0,004). Dapat disimpulkan bahwa perlakuan deep tissue massage dapat lebih menurunkan DOMS nyeri dan fungsi tungkai daripada tanpa perlakuan deep tissue massage.

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: Dosen Pembimbing: dr. Novita Intan Arovah, MPH., Ph.D.
Uncontrolled Keywords: cedera
Subjects: Olahraga
Divisions: Fakultas Ilmu Keolahragaan > Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi > Ilmu Keolahragaan
Depositing User: Perpustakaan FIK
Date Deposited: 07 Jun 2021 06:46
Last Modified: 07 Jun 2021 06:46
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/66899

Actions (login required)

View Item View Item