Resistensi Pasif pada Saman dan Larung karya Ayu Utami: Kajian Postkolonial

Agustin, Eka francisca Fitri and Suwarna, Suwarna (2019) Resistensi Pasif pada Saman dan Larung karya Ayu Utami: Kajian Postkolonial. S2 thesis, UNY.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (19MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab I.pdf

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab II.pdf

Download (353kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab III.pdf

Download (77kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab IV.pdf

Download (482kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab V.pdf

Download (83kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (267kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Lampiran.pdf

Download (519kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan jejak-jejak postkolonial dan relasi penjajah-terjajah dalam Novel Saman dan Larung karya Ayu Utami. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Novel Saman dan Larung karya Ayu Utami yang diterbitkan pada tahun 2013. Penelitian ini menggunakan instrumen kartu data dengan teknik pengecekan keabsahan data berupa ketekunan pembacaan, triangulasi, dan pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Analisis data yang digunakan adalah kodifikasi, klasifikasi, deskripsi, interpretasi, elaborasi dan inferensi berkaitan dengan postkolonial. Penelitian ini memiliki dua hasil sebagai berikut. (1) pihak inferior melakukan resistensi pasif dalam bentuk mimikri sebanyak 13 data (48.28%), ambivalensi sebanyak lima data (17.24%), hipokritas sebanyak tujuh data (24.14%) dan hibriditas sebanyak tiga data (10.35%). Mimikri mendominasi resistensi pasif disebabkan cara yang pertama kali dilakukan inferior untuk mempertahankan diri adalah dengan meniru. Pelaku mimikri ingin serupa dengan superior, karena menganggap hal tersebut dapat memberi mereka kekuatan yang sama sebagaimana superior. Ambivalensi muncul disebabkan sifat mimikri yang menggambarkan relasi yang selalu ambivalen, sehingga ketika mimikri muncul maka ambivalensi memiliki peluang untuk muncul juga Kemunculan hipokritas yang cukup banyak disebabkan inferior banyak berada dalam situasi yang menempatkan inferior dalam keadaan tidak memiliki peluang untuk melakukan resistensi pasif yang lain. Hibriditas adalah resistensi pasif yang paling sedikit muncul disebabkan oleh banyaknya tokoh yang mengalami pertemuan kebudayaan, tetapi tetap mempertahankan kebudayaan asli mereka. (2) relasi superodinasi sebanyak 0 data (0%), dan subordinasi sebanyak enam belas data 100%. Relasi subordinasi mendominasi relasi antara superior dan inferior dalam Novel Saman dan Larung disebabkan superior menginginkan dan memaksa inferior agar mengikuti kehendak superior, namun inferior menolak. Implikasi penelitian ini menjadi gambaran agar menghormati orang lain tanpa memandang status sosial, menjadi bahan pertimbangan untuk penelitian serupa dimasa mendatang, dan menjadi bahan pendidikan karakter bagi siswa di sekolah.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: identitas, inferior, postcolonial, resistensi pasif, subordinasi, superior,superordinasi
Subjects: Bahasa dan Sastra > Bahasa dan Sastra Indonesia
Divisions: Program Pascasarjana > Linguistik Terapan
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 20 Aug 2019 07:14
Last Modified: 25 Sep 2019 04:37
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/65370

Actions (login required)

View Item View Item