Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Erupsi Gunung Merapi pada Sekolah Dasar Sekolah Siaga Bencana di Kawasan Rawan Bencana III Kabupaten Sleman

Septikasari, Zela (2018) Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Erupsi Gunung Merapi pada Sekolah Dasar Sekolah Siaga Bencana di Kawasan Rawan Bencana III Kabupaten Sleman. S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis_zela-zeptikasari_16712251069.swf

Download (9MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kesiapsiagaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan sekolah dasar sekolah siaga bencana (SSB) Kawasan Rawan Bencana (KRB) III dalam menghadapi erupsi Gunung Merapi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Subyek penelitian ini terdiri atas kepala sekolah, guru, siswa ( SD N Gungan, SD N Kepuharjo, dan SD N Srunen), kepala bidang kesiapsiagaan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Dinas Pendidikan, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Data penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatf yakni pengumpulan data, pengorganisasian data, pengkodean dan pengkategorian data, identifikasi konsep, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD SSB KRB III memiliki pola kesiapsiagaan proaktif, reaktif, dan responsif berdasarkan sepuluh indikator kesiapsagaan. Kesiapsiagaan SD SSB KRB III dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal berkaitan dengan: (1) pengetahuan kebencanaan yang dimiliki warga sekolah, (2) pelaksanaan integrasi pengurangan risiko bencana pada mata pelajaran, (3) pemahaman warga sekolah mengenai tupoksi pada saat terjadi bencana dan pengetahuan warga sekolah mengenai lokasi evakuasi, (4) kebijakan sekolah pada saat terjadi bencana, (5) pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan yang belum dilaksanakan secara berkelanjutan, (6) simulasi mandiri yang sudah dilaksanakan oleh sekolah, (7) dokumen penilaian risiko bencana dan rencana aksi sekolah yang dimiliki oleh sekolah, (8) peta evakuasi yang tidak terpasang pada lokasi yang mudah dijangkau oleh warga sekolah, (9) sekolah sudah memiliki kesepakatan lokasi evakuasi, dan (10) desain pintu sekolah yang masih membuka ke dalam, sehingga menghambat proses evakuasi. Faktor eksternal berasal dari pihak lain yang mendukung kegiatan kesiapsiagaan yang ada di sekolah. Hal itu berkaitan dengan dukungan BPBD, Dinas Pendidikan, dan LSM dalam kegiatan SSB Sister School, simulasi, dan penyusunan dokumen pengurangan risiko bencana sekolah. BPBD juga berkontribusi dalam pembuatan arah jalur evakuasi dan peta evakuasi. Sekolah juga sudah memiliki kerjasama dengan pihak lain seperti BPBD, Dinas Pendidikan, Desa, Kecamatan, Sister School, dan LSM.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: Kesiapsiagaan, Erupsi, Sekolah Siaga Bencana, SD, KRB III
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Dasar
Divisions: Program Pascasarjana > Pendidikan Dasar
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 02 Jul 2018 04:26
Last Modified: 09 May 2019 08:47
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/57512

Actions (login required)

View Item View Item