KONDISI REALITAS SOSIAL DALAM METAFORA CYBORG PADA PENCIPTAAN LUKISAN

Mochamad Fajar, Fajar (2012) KONDISI REALITAS SOSIAL DALAM METAFORA CYBORG PADA PENCIPTAAN LUKISAN. S1 thesis, FBS UNY.

[img]
Preview
Text
sum-moh-fajar.pdf

Download (180kB) | Preview

Abstract

KONDISI REALITAS SOSIAL DALAM METAFORA CYBORG PADA PENCIPTAAN LUKISAN Diajukan kepada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan oleh: Mochammad Fajar NIM 07206244009 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA JUNI 2012 1 PENDAHULUAN Film dan komik menghadirkan cerita-cerita fiksi, memberikan gambaran dunia fantasi yang begitu luas. Seperti halnya pada cerita yang mengangkat kisah cyborg, yaitu penggabungan mahkluk dan robot. Beberapa film yang mengisahkan tentang cyborg diantaranya, Robo Cop, The Six Million Dolar Man, Terminator, I Robot, Iron Man, dan Cyborg She. Cyborg merupakan perpaduan yang sangat kontras, antara yang alami dan buatan, manusia dengan kodrat yang rapuh disatukan dengan mesin yang begitu berat dan keras. Cerita cyborg pada film atau komik mempunyai peranan sebagai tokoh hero, manusia perkasa, bersahabat dengan manusia, memerangi kejahatan, tetapi ada juga digambarkan sebagai musuh yang menghancurkan. Terinspirasi dari cerita fiksi cyborg yang sering diangkat dalam film dan komik, dicoba untuk mengemukakan ide dan konsep yang diwujudkan ke dalam lukisan. Sebagai tahap awal dengan membangun landasan penciptaan berupa konsep estetis. Figur cyborg dalam penciptaan lukisan sebagai wujud metafora, atau membandingkan manusia dengan robot, dengan mengangkat tema kondisi realitas sosial, sehingga bentuk cyborg mampu melahirkan pemaknaan baru yang lebih luas dan longgar untuk diinterpretasikan. Figur cyborg dapat dimaknai dari manusia tangguh dan kuat, keangkuhan, semangat, kehidupan berat dan keras, manusia yang terkendali, dan ketergantungan manusia akan keberadaan teknologi serta manusia-manusia aneh dengan kehidupanya yang aneh pula. Melalui penajaman ide dan konsep, kemudian hal ini dicoba divisualisasikan dalam bentuk lukisan. Figur cyborg pada lukisan bukan serta merta memindahkan atau mencontoh figur cyborg yang telah ada. Dalam hal ini mencoba menciptakan kembali figur cyborg baru dengan karakter personal yang memiliki bentuk sedikit aneh, absurd, dan ambigu. Figur cyborg dalam lukisan menjadi bahasa ungkap atau juga disebut exspressive form, dengan menggunakan media kanvas serta cat akrilik. Penciptaan lukisan ini diharapkan akan dapat memberikan kontribusi terhadap kekayaan seni rupa pada umumnya dan sebagai proses berkesenian pribadi pada khususnya. 2 KAJIAN TEORI DAN METODE PENCIPTAAN Dalam penyusunan laporan tugas akhir karya seni pada penciptaan lukisan digunakan beberapa teori ilmu seni dan teori diluar ilmu seni yang saling terkait sebagai landasan konsep penciptaan, sehingga lukisan yang tercipta mampu dipertanggungjawabkan di wilayah akademis. Teori yang digunakan adalah tentang bentuk cyborg, realitas sosial, metafora, tinjauan tentang seni lukis, seni lowbrow sebagai gaya seni yang digunakan dalam penciptaan, elemen seni, dan prinsip-pripsip penyusunan. a. Metode Penciptaan Metode yang digunakan dalam penciptaan lukisan yaitu metode eksplorasi, untuk menemukan ide-ide terkait bentuk figur cyborg dan kondisi realitas sosial dengan melakukan observasi melalui media elektronik dan cetak atau kondisi sosial yang ada di lingkungan sekitar. Metode eksperimen dilakukan untuk menciptakan bentuk figur cyborg baru serta pengembangan teknik dalam melukis. 3 PEMBAHASAN a. Konsep Penciptaan Figur cyborg pada lukisan terinspirasi dari film dan komik yang menghadirkan cerita fiksi. Figur cyborg pada lukisan bukan serta merta memindahkan atau mencontoh figur cyborg yang telah ada. Dalam hal ini mencoba menciptakan kembali figur cyborg baru dengan karakter personal, melalui pengubahan bentuk deformasi dari wujud cyborg yang telah ada untuk menyederhanakan dan menemukan bentuk baru yang berbeda, sehingga tercipta bentuk sedikit aneh, absurd, dan ambigu. Figur cyborg menjadi bahasa ungkap atau juga disebut exspressive form, dengan menggunakan media kanvas serta cat akrilik. Lukisan yang diciptakan bukan sekedar mengolah figur cyborg berbentuk aneh, absurd dan ambigu dengan berbagai ragam. Figur cyborg sebagai wujud metafora, atau membandingkan manusia dengan robot, tema yang diungkapkan mengangkat kondisi realitas sosial, sehingga figur cyborg merupakan representasi dari manusia dengan kondisi sosialnya. Bentuk aneh, absurd dan ambigu didasari atas pemikiran bahwa manusia dalam kehidupan sosial masyarakatnya saat ini sulit untuk ditebak, Baik atau buruk, serta benar atau salah, seakan dengan mudah dijungkir balikkan begitu saja, semuanya menjadi absurd dan ambigu. Visualisasi dalam lukisan selain figur cyborg sebagai objek utamanya, terdapat objek lain sebagai elemen pendukung yang bertujuan untuk mengaitkanya pada tema, sehingga melahirkan pemaknaan baru yang lebih luas dan longgar untuk diinterpretasikan. Figur cyborg bukan sekedar dimaknai sebagai tokoh hero yang dikisahkan dalam film, tetapi juga mampu dimaknai sebagai mahkluk yang lemah, keangkuhan, semangat, kehidupan yang keras, hingga sebuah teknologi yang mengendalikan manusia. Lukisan yang mengangkat figur cyborg menampakan kecenderungan dalam seni lowbrow dengan bentuk aneh dan ambigu, warna-warna meriah, seakan memberikan gambaran dunia fantasi. Kesan yang dihadirkan antara humor dan kegembiraan, terkadang nakal dan liar namun memperlihatkan sisi ironis. 4 b. Proses Visualisasi 1. Bahan Alat Dan Teknik Pengerjaan lukisan ini bahan yang digunakan yaitu cat akrilik di atas kanvas, cat akrilik merupakan jenis cat dengan pengencer air serta baunya yang tidak menyengat, cat akrilik memiliki sifat yang sangat cepat kering. Alat yang biasa digunakan dalam melukis adalah kuas dengan berbagai ukuran dengan jenis kuas berbulu pipih serta lebar dan kuas dengan bulu ujung meruncing, selain menggunakan kuas untuk membubuhkan cat pada kanvas juga digunakan sendok untuk membubuhkanya, hal ini untuk menghasilkan evek-evek visual yang berbeda. Teknik dalam pengerjaan lukisan digunakan teknik plakat dikombinasi dengan gosok sendok, pada teknik gosok sendok digunakan untuk menghasilkan tektur-tekstur pada figur cyborg maupun pada background lukisan. 2. Tahapan Visualisasi Tahapan visualisasi merupakan langkah-langkah dalam proses melukis, dari sebuah ide yang masih abstrak di dalam pikiran untuk divisualisasikan hingga menjadi sebuah lukisan utuh. Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat sketsa diatas kertas sebagai perencanaan visual secara kasar dalam memvisualkan sebuah ide. Langkah selanjutnya yaitu pengerjaan background pada kanvas, hal ini dilakukan diawal karena background lukisan dikerjakan secara ekspresif. Setelah background selesai dikerjakan kemudian memindahkan sketsa ke atas kanvas lalu proses membubuhkan cat dengan kuas dikombinasi dengan gosok sendok. 5 KESIMPULAN Dari pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Konsep pada penciptaan lukisan adalah figur cyborg sebagai wujud metafora, dengan mengangkat tema kondisi realitas sosial, sehingga figur cyborg representasi dari manusia dengan kondisi sosialnya. Figur cyborg pada lukisan merupakan deformasi dari bentuk cyborg yang telah ada dalam film dan komik untuk disederhanakan sehingga tercipta karakter personal dengan bentuk sedikit aneh, absurd, dan ambigu. Visualisasi dalam lukisan selain figur cyborg sebagai objek utamanya, terdapat objek lain sebagai elemen pendukungnya, bertujuan untuk melahirkan pemaknaan baru yang lebih luas dan longgar untuk diinterpretasikan. Lukisan figur cyborg menampakan kecenderungan dalam seni lowbrow. Bentuk aneh dan ambigu, warna-warna meriah, seakan memberikan gambaran dunia fantasi. Kesan yang dihadirkan antara humor dan kegembiraan, terkadang nakal dan liar namun memperlihatkan sisi ironis. Karya yang dikerjakan sebanyak 11 lukisan dengan berbagai ukuran antara lain yaitu : Teknologi The Rakus (100X130 Cm), Serupa Tapi Tak sama (110X120 Cm), Aneh Tapi Nyata (140X180 Cm), Super Women (140X180 Cm), Punk In Love (115X125 Cm), Virtual World (140X180 Cm), Ha…ha…ha… (140X160Cm), Salam Super #1 (100X130 Cm), Salam Super #2 (100X130 Cm), Salam Super #3 (100X130 Cm), Chaos (140X180 Cm).

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Seni dan Budaya > Seni Rupa
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Rupa
Depositing User: Admin Pendidikan Seni Rupa FBS
Date Deposited: 17 Sep 2012 08:26
Last Modified: 29 Jan 2019 16:19
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/5748

Actions (login required)

View Item View Item