PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR

Rizca Arlistyan Hasannah, Risza (2016) PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR. S1 thesis, Fakultas Ilmu Pendidikan.

[img] Text
skripsi_Rizca Arlistyan Hasannah_12102241024.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendiskripsikan pelaksanaan pembelejaran keaksaraan fungsional binaan SKB Bantul di desa Kiringan Canden Jetis Bantul, 2) mengetahui hasil program pembelajaran keaksaraan fungsional binaan SKB Bantul di desa Kiringan Canden Jetis Bantul, 3) mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat pembelajaran keaksaraan fungsional binaan SKB Bantul di desa Kiringan Canden Jetis Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pihak penyelenggara, pengelola, tutor, dan warga belajar pembelajaran keaksaraan fungsional. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dan dibantu dengan pedoman observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan adalah penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Trianggulasi sumber data dilakukan dengan cara membandingkan data hasil pengamatan, hasil wawancara dan melakukan pemeriksaan ulang terhadap sumber data dan subjek penelitian lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pelaksanaan pembelajaran KF dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap persiapan meliputi : a) identifikasi kebutuhan, b) penentuan tutor, c) penentuan warga belajar, dan d) materi pembelajaran KF e) media pembelajaran. Tahap kedua adalah tahap pelaksanaan meliputi : a) pendahuluan (apersepsi, bina suasana, motivasi), b) kegiatan inti (alokasi waktu pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, proses kegiatan pembelajaran, sumber belajar yang digunakan dan penutup), tahap ketiga yaitu penilaian. Hasil pembelajaran ini adalah warga belajar mulai mempunyai keterampilan calistung, keterampilan membuat jajanan pasar dan jamu instan. Faktor pendukung adalah tingginya semangat yang dimiliki warga belajar, tersedianya sarana prasarana, adanya dukungan dari warga sekitar. Faktor penghambat adalah warga belajar mengalami kesulitan dalam menerima materi yang diberikan, kondisi cuaca yang tidak memungkinkan misalnya hujan deras, pembelajaran sering diliburkan karena pelaksanaan pembelajaran keaksaraan fungsional sering bersamaan dengan kegiatan desa maupun hajatan warga desa Kiringan, kurangnya kemampuan tutor dalam pembuatan RPP dan pemanfaatan media. Kata kunci : pembelajaran, keaksaksaraan fungsional

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Admin Pendidikan Luar Sekolah FIP
Date Deposited: 22 Jul 2016 06:19
Last Modified: 30 Jan 2019 09:56
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/37140

Actions (login required)

View Item View Item