MODIFIKASI SEPEDA MOTOR SISTEM KARBURATOR MENJADI SISTEM INJEKSI PADA HONDA LEGENDA (TINJAUAN SISTEM PENGAPIAN)

Busana, Kusuma Adhi Surya (2016) MODIFIKASI SEPEDA MOTOR SISTEM KARBURATOR MENJADI SISTEM INJEKSI PADA HONDA LEGENDA (TINJAUAN SISTEM PENGAPIAN). S1 thesis, UNY.

[img]
Preview
Text
Proyek Akhir _ Busana Kusuma Adhi Surya _ 12509134056.pdf

Download (8MB) | Preview

Abstract

MODIFIKASI SEPEDA MOTOR SISTEM KARBURATOR MENJADI SISTEM INJEKSI PADA HONDA LEGENDA (TINJAUAN SISTEM PENGAPIAN) Oleh: Busana Kusuma Adhi Surya 12509134056 ABSTRAK Tujuan pembuatan proyek akhir modifikasi sepeda motor sistem karburator menjadi sistem injeksi (tinjauan sistem pengapian) adalah mengurangi konsumsi bahan bakar, mengurangi emisi gas buang, meningkatkan performa mesin. Dapat mengetahui perbedaan kinerja sepeda motor sebelum dan setelah dilakukan modifikasi sistem pengapian EFI terkait dengan konsumsi bahan bakar, emisi gas buang dan performa mesin. Proses perancangan modifikasi diawali dengan pemilihan komponenkomponen injeksi yang akan digunakan, pembelian, pemeriksaan dan penyesuaian modifikasi terhadap komponen, kemudian pengaplikasian komponen-komponen tersebut pada sepeda motor seperti stator, rotor, ECU, O2 sensor, EOT (engine oil temperature), dan kabel bodi, kemudian diikuti dengan penjadwalan waktu kerja dan kalkulasi biaya yang akan dibutuhkan. Proses pengujian meliputi pengujian sistem pengapian, pengujian sistem pengisian, pengujian konsumsi bahan bakar, pengujian emisi gas buang dan pengujian performa mesin sebelum dan sesudah modifikasi untuk mengetahui perbedaan hasil pengujian sebelum dan sesudah modifikasi. Perancangan sistem pengapian EFI pada sepeda motor Honda Legenda diawali menentukan komponen yang dibutuhkan dengan cara melihat wiring diagram, dari wiring diagram tersebut diketahui bahwa komponen yang akan digunakan adalah stator, rotor, O2 sensor, EOT (engine oil temperatur), ECU, dan kabel bodi. Langkah selanjutnya adalah proses pembuatan dudukan stator dan pengelasan dudukan stator pada cover crankcase kiri, selanjutnya menetukan letak titik pengapian dengan menggunakan rotor Yamaha Jupiter Z1 dengan cara memutar rotor kekanan sejauh 105̊, dilanjutkan dengan pemasangan O2 sensor pada saluaran gas buang dan pemasangan EOT (engine oil temperatur) pada cylinder block, kemudian proses pengaplikasian kabel bodi Yamaha Jupiter Z1. Pada pengujian saat pengapian adalah 12̊ sebelum TMA, pengujian komponen EFI menunjukkan semua komponen berfungsi, sistem pengisian menunjukkan voltase pengisian sebesar 14.02 V, pengujian konsumsi bahan bakar menunjukkan setelah penurunan konsumsi bahan bakar rata-rata mencapai 21,9 %. Hasil uji emisi setelah dimodifikasi menunjukkan hasil lebih baik dibanding sebelum modifikasi yaitu penurunan kadar CO sebesar -8,615 % yang sebelumnya 4,376 % menjadi 4,753 %, serta penurunan kadar HC mencapai 39,35 % yaitu dari 3857 ppm menjadi 2339 ppm. Hasil uji performa juga menunjukkan peningkatan daya maksimum yang sebelumnya 7,4dk/9000 rpm menjadi 9,4dk/10000 rpm dan torsi maksimum yang sebelumnya 5,90Nm/5000 rpm menjadi 6,90Nm/9500 rpm. vi

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknik & Teknologi > Teknik Boga dan Busana
Divisions: Fakultas Teknik > Jurusan Teknik Boga dan Busana > Pendidikan Teknik Busana
Depositing User: Perpustakaan FT
Date Deposited: 30 May 2016 03:30
Last Modified: 30 Jan 2019 09:23
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/33521

Actions (login required)

View Item View Item