Pemberdayaan Masyarakat Miskin, melalui Proses Pendidikan Nonformal sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Halmahera Barat

Miradj, Safri (2013) Pemberdayaan Masyarakat Miskin, melalui Proses Pendidikan Nonformal sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Halmahera Barat. S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-safri-miradj-11704251005.swf

Download (11MB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mengungkapkan proses pemberdayaan melalui lembaga pendidikan nonformal dalam melaksanakan kegiatan pemberdayakan kepada masyarakat miskin untuk meningkatkan kesejahteraan sosial di kabupaten Halmahera Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sampel penelitian ini adalah lembaga pendidikan nonformal yang melaksanakan proses pemberdayaan melalui pelatihan yang terdiri dari : PKBM Mario Laha, PKBM Merpati, Orsos Melati, Orsos Tunas Harapan dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sonyinga, dengan responden yaitu, penggelola lembaga, masyarakat miskin atau warga belajar, dan tokoh masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan tahapan (a) reduksi data, (b) penyajian data, dan (c) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemberdayaan yang dilaksanakan oleh lembaga penyelenggara program pendidikan nonformal melalui PKBM Merpati, PKBM Mario Laha, Organisasi Sosial (Orsos) Melati, Organisasi Sosial (Orsos) Tunas Harapan, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sonyinga, di Kabupaten Halmahera Barat, antara lain (1) bahwa proses pemberdayaan yang selama ini dilakukan oleh lembaga pendidikan nonformal tersebut belum sesuai dengan harapan warga belajar yang selama ini mereka ikut terlibat dalam kegiatan proses tersebut, dan belum sepenuh memperhatikan aspek-aspek kebutuhan yang diperlukan oleh warga belajarnya; (2) selama ini hasil yang yang di timbulkan setelah mengikuti proses pemberdayaan pada lembaga-lembaga pendidikan nonformal tersebut tidak mampu meningkatkan kehidupan warga belajarnya; dan (3) hubungan kerja sama yang selama ini dibangun oleh PKBM Merpati, PKBM Mario Laha, Orsos Tunas Harapan, Orsos Melati, dan LPM Sonyinga hanya sebatas pada pemerintah daerah semata, dan itupun juga tidak maksimal. Semestinya hubungan kerja sama tersebut juga dibangun dengan lembaga-lembaga sosial lainnya, yang memiliki visi dan misi yang sama dalam membantu masyarakat miskin untuk diberdayakan.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: pemberdayaan, kemiskinan, pendidikan nonformal, kesejahteraan sosial, PKBM, Orsos, LPM
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Divisions: Program Pascasarjana > Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Users 57 not found.
Date Deposited: 30 Mar 2016 08:29
Last Modified: 29 Jan 2019 08:07
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/30566

Actions (login required)

View Item View Item