Kemitraan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam rangka Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Studi Kasus Pada Program Sekolah Lapangan (SL) Kakao di Kampung Kalifam, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua

Novianti, Novianti (2015) Kemitraan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam rangka Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Studi Kasus Pada Program Sekolah Lapangan (SL) Kakao di Kampung Kalifam, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua. S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-novianti-13704251011.swf

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan implementasi program SL Kakao yang terjadi di kampung Kalifam; (2) mendeskripsikan dan menganalisa bentuk kemitraan yang dilakukan LSM dalam program SL Kakao di kampung Kalifam; (3) mendeskripsikan tentang pemberdayaan ekonomi yang terjadi di masyarakat setelah program SL Kakao di kampung Kalifam; dan (4) mendeskripsikan bentuk-bentuk pengembangan yang dapat dilakukan untuk mendukung keberlanjutan program SL Kakao. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan alat bantu panduan wawancara. Keabsahan data dinilai dengan proses triangulasi sumber dan waktu, dan kecukupan referensi. Analisis data menggunakan proses reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan/ verifikasi. Proses analisis data tersebut disebut dengan model interaktif Huberman dan Miles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) program Sekolah Lapangan (SL) Kakao secara keseluruhan dinilai baik, mulai dari tujuan, proses dan hasil kegiatan; (2) proses kemitraan mendapat penilaian yang baik pula dari pihak- pihak yang terlibat, dimana pihak-pihak yang terlibat antara lain adalah LSM sebagai inisiator program, unsur-unsur masyarakat sebagai motivator dan peserta program, gereja sebagai representasi keagamaan masyarakat sebagai motivator, dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) sebagai fasilitator; (3) telah terjadi pemberdayaan masyarakat di level pengetahuan dan keterampilan budidaya kakao, namun pemberdayaan ekonomi masyarakat belum terjadi karena kemitraan yang dilakukan LSM belum terjadi dengan pemerintah sehingga belum dapat memengaruhi regulasi harga kakao; (4) keberlanjutan yang diharapkan adalah agar keterampilan yang telah didapatkan peserta dapat terus dilakukan dan dikembangkan, proses pendampingan, perhatian dari pemerintah, peningkatan kapasitas, pemasaran dengan penetapan harga kakao, sampai pada kebun percontohan dan pelatihan teknologi pengolahan hasil.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: kemitraan, lembaga swadaya masyarakat, pemberdayaan ekonomi masyarakat, sekolah lapangan, kakao, petani
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Divisions: Program Pascasarjana > Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Users 57 not found.
Date Deposited: 01 Mar 2016 06:10
Last Modified: 29 Jan 2019 08:02
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/30141

Actions (login required)

View Item View Item