PENGORGANISASIAN KOMUNITAS WARIA BERBASIS HAK ASASI MANUSIA DI PERKUMPULAN KELUARGA BERENCANA INDONESIA (PKBI) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Sri Mulyani, Sri (2015) PENGORGANISASIAN KOMUNITAS WARIA BERBASIS HAK ASASI MANUSIA DI PERKUMPULAN KELUARGA BERENCANA INDONESIA (PKBI) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. S1 thesis, UNSPECIFIED.

[img]
Preview
Text
Sri Mulyani.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Pelaksanaan pengorganisasian komunitas waria berbasis hak asasi manusia di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Istimewa Yogyakarta dan 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pengorganisasian di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskripstif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah koordinator dan relawan divisi pengorganisasian komunitas waria, ketua komunitas waria Yogyakarta, waria, dan pengelola PKBI DIY. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Peneliti merupakan instrument utama dalam melakukan penelitian yang dibantu oleh pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Trianggulasi yang dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) pengorganisasian komunitas waria berbasis hak asasi manusia di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Istimewa Yogyakarta dilaksanakan dalam bentuk outreach (penjangkauan), assisting (pendampingan), pertemuan rutin CBO (Community Based Oranization), pertemuan rutin dengan IWAYO (Ikatan Waria Yogyakarta). PKBI DIY bekerjasama dengan IWAYO sebagai mitra strategis yang didalamnya terdapat 10 komunitas seluruh Yogyakarta dengan anggota 200 orang waria. 2) faktor pendukung dalam pelaksanaan pengorganisasian komunitas waria, yaitu: (a) adanya dukungan dari masyarakat luas (b) tim yang solid dari pihak pengorganisir, (c) hubungan yang baik antara pengorganisir dengan waria. Faktor penghambatnya, yaitu: (a) kurangnya sumber daya manusia dari pihak pengorganisir, (b) kurangnya antusias waria dalam mengikuti setiap kegiatan, (c) sebagian waria membutuhkan waktu lama agar bisa mandiri. K ata kunci: pengorganisasian, komunitas, waria

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Admin Pendidikan Luar Sekolah FIP
Date Deposited: 20 Oct 2015 08:44
Last Modified: 30 Jan 2019 04:27
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/27223

Actions (login required)

View Item View Item