Peranan Dongeng dalam Pendidikan Karakter pada Pendidikan Anak Usia Dini (Studi Kasus di TK Lazuardi Kamila Surakarta)

Nuryanto, Sidik (2015) Peranan Dongeng dalam Pendidikan Karakter pada Pendidikan Anak Usia Dini (Studi Kasus di TK Lazuardi Kamila Surakarta). S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-sidik-nuryanto-13704251022.swf

Download (18MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pelaksanaan pendidikan karakter melalui dongeng, (2) nilai karakter yang dikembangkan dalam dongeng sebagai upaya pendidikan karakter, (3) faktor pendukung dan penghambat pendidikan karakter melalui dongeng, dan (4) hasil pendidikan karakter melalui dongeng pada TK Lazuardi Kamila Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari terdiri dari kepala lembaga, guru, orangtua, dan 10 anak di TK A Lazuardi Kamila Surakarta yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti sebagai instrumen utama dan dibantu dengan pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik interaktif Milles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan kredibilitas, keteralihan, ketergantungan, dan kepastian. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Pelaksanaan dongeng dimulai dengan perencanaan nilai karakter sesuai analisis kebutuhan. Pelaksanaan dilakukan dengan cara mengenalkan nilai karakter lewat dongeng, dan melakukan nilai karakter dengan pembiasaan, keteladanan, reward, dan bermain peran. Penilaian meliputi proses dan hasil. (2) Nilai karakter yang ditanamkan yaitu nilai yang berdasarkan olah hati, olah pikir, olah raga, dan olah rasa. (3) Faktor pendukung dari lembaga adalah adanya progam mendongeng, sentra Islamic character building, serta penyediaan fasilitas dan sumber belajar yang memadai, dan dari pendidik adalah keteladanan dalam karakter yang baik. Dukungan orangtua berupa kemudahan komunikasi dengan pihak lembaga. Faktor penghambat dari lembaga yaitu karyawan belum bisa menjadi teladan bagi anak, minimnya media dongeng, serta penilaian belum tersusun sistematis pernilai karakter. Pendidik belum menyusun daftar dongeng berkarakter secara sistematis, kesulitan mencari bahasa yang sesuai dengan anak, dan penjelasan nilai karakter tidak utuh. Orangtua belum bisa menjadi model teladan bagi anak, dan rendahnya partisipasi dalam melanjutkan pendidikan karakter. (4) Hasil pendidikan karakter adalah bahwa semua nilai karakter telah dilakukan anak, kecuali kepemimpinan dan cinta tanah air.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: dongeng, pendidikan karakter, taman kanak-kanak
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Divisions: Program Pascasarjana > Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 07 Sep 2015 08:41
Last Modified: 09 May 2019 02:53
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/25894

Actions (login required)

View Item View Item