Pengembangan Kreativitas dan Minat Belajar Anak Usia 3-4 Tahun Melalui Permainan Konstruktif di TK Izzul Islam Maraqitta’limat

Astriya, Baiq Roni Indira (2015) Pengembangan Kreativitas dan Minat Belajar Anak Usia 3-4 Tahun Melalui Permainan Konstruktif di TK Izzul Islam Maraqitta’limat. S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-baiq-roni-indira-astriya-13704251010.swf

Download (3MB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kreativitas dan minat belajar anak usia 3-4 tahun melalui permainan konstruktif yakni bermain balok dan play dough di TK Izzul Islam Maraqitta’limat Wanasaba. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam memperbaiki proses pembelajaran melalui permainan konstruktif dengan beberapa treatment (perlakuan) pada siklus I, siklus II, dan siklus III. Dalam penelitian ini dilakukan dua kegiatan pembelajaran yakni bermain balok dan play dough. Setiap siklus terdiri dari empat kali pertemuan yakni dua kali pertemuan dengan bermain balok dan dua kali pertemuan dengan play dough. Sumber data dalam penelitian ini adalah 11 anak usia 3-4 tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan kreativitas dan minat belajar anak melalui permainan konstruktif yakni bermain balok dan play dough dapat dilihat dari perubahan peningkatan kreativitas dan minat belajar anak dari siklus I, siklus II, dan siklus III. Kriteria keberhasilan yang ditetapkan peneliti sebesar 50% pada kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kreativitas dan minat belajar anak pada siklus III sebesar 63,64% atau ada 7 anak pada kriteria berkembang sangat baik. Itu artinya ketujuh anak tersebut mampu menyelesaikan tugasnya tepat waktu membuat bangunan yang cukup rapi dengan menggunakan lebih dari 6 ragam bentuk dan ukuran balok, mengungkapkan ide yang akan dibangun sebelum bermain balok dan menceritakan bangunannya secara detail serta membuat bangunan dengan ide dan cara sendiri. Membuat lebih dari 7 bentuk dari adonan tepung dengan ide dan cara sendiri, menggunakan 5-6 cetakan kue yang beragam, dan menghiasi bentuk tersebut dengan hiasan kue yang disiapkan guru. Anak mampu menceritakan semua hasil karyanya dan mengungkapkan ide sebelum kegiatan play dough. Sedangkan minat belajar anak meningkat 63,64% atau ada 7 anak pada kriteria berkembang sangat baik. Itu artinya ketujuh anak tersebut menyukai kegiatan bermain balok dan play dough, melakukan kegiatan bermain dengan cukup senang, bersemangat dan aktif, memperhatikan penjelasan dan mau mendengar perintah dan arahan dari guru, mencari tahu kegiatan belajar dengan menanyakan kepada guru dan masuk kelas atas keinginan sendiri dan mandiri serta mengikuti kegiatan pembelajaran sampai selesai.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: kreativitas, minat belajar, usia 3-4 tahun, permainan konstrukif, bermain balok, play dough (bermain adonan
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Divisions: Program Pascasarjana > Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 30 Jul 2015 07:21
Last Modified: 09 May 2019 02:33
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/24255

Actions (login required)

View Item View Item