PERAN PENDAMPING DALAM SEKOLAH PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS (SPLK) DI RUMAH SINGGAH GIRLAN NUSANTARA YOGYAKARTA

Deasy Septianingrum, Septi (2015) PERAN PENDAMPING DALAM SEKOLAH PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS (SPLK) DI RUMAH SINGGAH GIRLAN NUSANTARA YOGYAKARTA. S1 thesis, Fakultas Ilmu Pendidikan.

[img] Text
Deasy Septianingrum.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) peran pendamping dalam sekolah pendidikan layananan khusus (SPLK) di Rumah Singgah Girlan Nusantara Yogykarta, (2) bentuk pendampingan sekolah pendidikan layanan khusus (SPLK) di Rumah Singgah Girlan Nusantara Yogyakarta, (3) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam sekolah pendidikan layanan khusus (SPLK) di Rumah Singgah Girlan Nusantara Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pengelola Rumah Singgah Girlan Nusantara Yogyakarta, pendamping Sekolah pendidikan Layanan Khusus (SPLK), dan anak binaan yang mengikuti pembelajaran di sekolah pendidikan layanan khusus (SPLK). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti merupakan instrumen utama dalam melakukan penelitian yang dibantu oleh pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi. Teknik yang dilakukan dalam analisis data adalah display data, reduksi data, dan pengambilan kesimpulan. Trianggulasi yang dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran pendamping dalam Sekolah Pendidikan Layanan Khusus yaitu sebagai fasilitator, pendidik, dan penghubung, (2) bentuk pendampingan Sekolah Pendidikan Layanan Khusus (SPLK) yang dilakukan di Rumah Singgah Girlan Nusantara Yogyakarta antara lain: pendidikan akademik, keagamaan, seni budaya, ketrampilan, beasiswa, dan outbond/rekreasi, (3) Faktor yang mendukung dalam pelaksanaan pendampingan yaitu (a) pemberian materi yang mudah dan disesuaikan dengan kemampuan anak jalanan, (b) adanya kerja sama dengan pihak perguruan tinggi, yaitu mahasiswa KKN-PPL, (c) respon positif dari anak jalanan terhadap kegiatan pendampingan, (d) adanya semangat tinggi dari para pendamping untuk melakukan pendampingan. Sedangkan faktor yang menghambat dalam pendampingan Sekolah Pendidikan Layanan Khusus adalah (a) orang tua yang cenderung acuh dalam mendukung anak untuk belajar, (b) lokasi pendampingan yang kurang kondusif, (c) fasilitas yang lengkap tetapi tidak maksimal dalam pemanfaatannya, (d) tidak adanya sistem kurikulum dari lembaga, (e) kurang disiplinnya siswa- siswi dalam mengikuti pembelajaran, (f) kurangnya guru dibidang seni. Kata Kunci : Peran pendamping, Sekolah Pendidikan Layanan Khusus

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Admin Pendidikan Luar Sekolah FIP
Date Deposited: 30 Jul 2015 07:21
Last Modified: 30 Jan 2019 01:14
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/23693

Actions (login required)

View Item View Item