<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pola kultur sekolah dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila &#13;
(PPP) pada sekolah menengah pertama di Kabupaten Kepulauan Anambas.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Musa</mods:namePart><mods:namePart type="family">La</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Farida</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hanum</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengeksplorasi kultur sekolah saat ini &#13;
di SMPN 1 Siantan, SMPN 2 Siantan, dan SMPN 3 Putik; (2) menemukan pola &#13;
implementasi kultur sekolah dalam mewujudkan profil pelajar; dan (3) &#13;
menemukan pola ideal kultur sekolah dalam mewujudkan Profil Pelajar &#13;
Pancasila.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan &#13;
fenomenologi. Sebanyak 18 informan dipilih menggunakan proposive &#13;
sampling. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala &#13;
sekolah/koordinator program, guru. dan siswa. Pengumpulan data diperoleh &#13;
melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen. Kredibilitas dan keabsahan &#13;
data penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data &#13;
fenomenologi dilakukan dengan tahapan pengelompokan pernyataan &#13;
signifikan, penemuan tema, dan sintesis makna untuk memperoleh esensi &#13;
pengalaman informan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kondisi kultur sekolah pada &#13;
SMP Negeri 3 Putik, SMP Negeri 1 Siantan, dan SMP Negeri 2 Siantan secara &#13;
umum telah mengarah pada penerapan nilai karakter Profil Pelajar Pancasila. &#13;
Penerapan tersebut tidak tampil sebagai satu program tunggal, melainkan &#13;
sebagai konfigurasi praktik yang relatif terstruktur, mencakup penyelarasan &#13;
visi–misi dan kebijakan sekolah, pembiasaan harian, kegiatan khusus, integrasi &#13;
nilai karakter dalam pembelajaran, serta penguatan kapasitas guru melalui &#13;
komunitas belajar, pelatihan, diskusi–evaluasi, sosialisasi, dan kolaborasi lintas &#13;
pemangku kepentingan. (2) Pola kultur sekolah dalam mewujudkan karakter &#13;
Profil Pelajar Pancasila pada ketiga sekolah tampak sebagai “cara hidup &#13;
organisasi” yang melampaui aturan formal dan dokumen yang terwujud dalam &#13;
artefak keseharian yang dijalankan berulang seperti praktik religius, disiplin &#13;
waktu, penyambutan siswa, budaya senyum salam sapa sopan dan santun, &#13;
kebiasaan peduli lingkungan serta kegiatan khusus penguatan karakter yang &#13;
menjadi ritme hidup sekolah. (3) Pola ideal kultur sekolah dalam mewujudkan &#13;
Profil Pelajar Pancasila bersifat sistemik yang tersusun atas enam poros yang &#13;
saling menguatkan, yaitu atas lima komponen, yaitu (1) Visi–misi dan &#13;
kebijakan sekolah sebagai fondasi kultur sekolah; (2) Kepemimpinan &#13;
transformatif sebagai penggerak internalisasi nilai; (3) Praktik Kultur Sekolah &#13;
sebagai proses operasional internalisasi nilai; (4) Keteladanan dan pembiasaan &#13;
nilai karakter sebagai inti transformasi kultur; (5) Profil Pelajar Pancasila dan &#13;
kultur sekolah ideal sebagai hasil akhir proses kultural.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Menengah</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Bimbingan</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Kewarganegaraan dan Hukum</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Sosiokultural</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-24</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekolah Pascasarjana;Ilmu Pendidikan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>